Fantastis! Harta Kekayaan Pejabat di Sumsel, Wako Lubuklinggau Rp17,6 M, Kadis PU PR Lubuklinggau Rp56,85 M

Fantastis! Harta Kekayaan Pejabat di Sumsel, Wako Lubuklinggau Rp17,6 M, Kadis PU PR Lubuklinggau Rp56,85 M

Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe dan Kepala Dinas PUPR Lubuklinggau, Achmad Asril Asri--

PALEMBANG, LINGGAUPOS.CO.ID - Fantastis, harta kekayaan pejabat di Sumatera Selatan (Sumsel), tak beda jauh dengan pejabat di daerah lain. Bahkan ada yang tembus hingga miliaran rupiah.

Menelusuri Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam rincian yang dilaporkan, rata-rata memiliki aset tanah dan bangunan yang cukup fantastis.

Aset pejabat ini tersebar di puluhan lokasi. Nilainya juga sangat fantastis. Tembus belasan miliar. 

Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe punya harta kekayaan Rp.9.835.637.484. Aset tanah dan bangunannya tersebar pada 8 lokasi dengan total Rp17,6 miliar. 

BACA JUGA:CEK FAKTA: Video Kecelakaan Lalulintas di Pedang Musi Rawas, Polisi Berikan Penjelasan

BACA JUGA:Ikuti Google Maps, Mobil Dokter dari Karawang Terjebak Lumpur di Muara Lakitan Musi Rawas

Aset tanah 5 dari hasil sendiri dan 3 warisan. Sedangkan kas setara kasnya Rp114.337.484. Sementara utang yang dilaporkan ke KPK mencapai Rp8.690.000.000.

Ketua DPRD Ogan Komering Ilir (OKI), Abdiyanto, sesuai LHKPN yang dilaporkan ke KPK pada 2021 (diumumkan 2022), memiliki harta kekayaan sebesar Rp3.070.339.650. 

Abdiyanto punya 46 bidang tanah di wilayah Kabupaten OKI yang tercatat sebagai hasil sendiri.

“Karena kita orang desa dan biasa berkebun, sebagian besar uang dibelikan tanah,” katanya dikutip dari koran Sumeks.

BACA JUGA:Dugaan Monopoli Bisnis di Lapas, Anak Yasonna Laoly Dilaporkan ke KPK

BACA JUGA:Ida Dayak Batal ke Lubuklinggau, Benarkah? Ini Kata Wali Kota Lubuklinggau

Nah, nilai tanah dan bangunan asetnya sekitar Rp3,5 miliar. Sedangkan kas setara kasnya hanya Rp104 jutaan. Selain tanah juga ada tiga mobil dan dua motor dengan nilai Rp434 jutaan. Tapi ada utang Rp1 miliar lebih.

Untuk kepala daerah, Bupati Muratara, H Devi Suhartoni termasuk yang paling kaya. Berdasar e-LHKPN 2022 (laporan 2021), nilai harta kekayaannya terlapor Rp50,90 miliar.

Devi menjadi kepala daerah terkaya di Sumsel, dengan kekayaan yang dimiliki. Namun jika dibandingkan dengan e-LHKPN 2021 (laporan 2020), terjadi penurunan hampir Rp9 miliar. Saat masih menjabat Wakil Bupati, Devi melaporkan kekayaannya Rp58 miliar.

Penurunan nilai LHKPN yang dilaporkannya 2021 (e-LHKPN 2022), menurut Devi karena membeli sejumlah bidang tanah untuk investasi. 

BACA JUGA:Bertahap, Layanan Kantor Cabang dan ATM BSI Kembali Pulih

BACA JUGA:Ayam Geprek Mas Andre Hadir di Tugumulyo, Catat Alamatnya

“Tapi insya Allah tahun depan laporan sudah naik lagi. Karena saya investasi kemarin jual aset beli tanah. Tahun depan sudah masuk dalam LHKPN lagi,” bebernya gamblang.

Dalam LHKPN-nya itu, Devi melaporkan punya aset tanah dan bangunan di sembilan lokasi. Nilainya mencapai Rp53,745 miliar.

Asteya ada di Balikpapan, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, Mataram, Palembang, dan Bandung. Salah satu tanahnya di Mataram bahkan nilainya mencapai Rp30 miliar. Sedangkan kas setara kasnya terlapor hanya Rp30 juta.

Untuk Wali Kota Palembang, H Harnojoyo, berdasar LHKPN 2021 yang dirilis KPK 2022 nilai kekayaannya Rp12.769.001.053. 

BACA JUGA:Bupati Musi Rawas Lantik Kades Mambang, Maha Putra: Siap Jalankan 9 Program Musi Rawas MANTAB

BACA JUGA:Menjadi Caleg, Mundur dari Wali Kota, ini Kata SN Prana Putra Sohe

Harnojoyo punya aset tanah dan bangunan di 26 lokasi. Tersebar di Palembang, Muara Enim, Ogan Ilir, dan Banyuasin. Total nilainya Rp11,45 miliar. Lima di antaranya warisan.

Salah satu pejabat yang terbanyak punya aset tanah dan bangunan yakni Bupati Banyuasin, Askolani. 

Dalam LHKPN 2022 (laporan 2021), dia laporkan punya aset tanah bangunan Rp19,5 miliar dari total harta kekayaannya Rp23,87 miliar. Aset tanah itu tersebar pada 81 lokasi. Sebagian besar nilainya Rp60 juta. termahal Rp3 miliar.

Terpisah, Wali Kota Prabumulih melaporkan LHKPN 2021 (rilis 2022) Rp8,68 miliar. Aset tanah dan bangunannya di lima lokasi, Palembang, Jakarta Selatan, dan Ogan Ilir. Nilainya Rp6,19 miliar.

BACA JUGA:Wawako Lubuklinggau Buka Pelatihan Kewirausahaan Bagi Wirausaha Pemula: Jangan Takut Gagal untuk Memulai Usaha

BACA JUGA:Apa Itu SKS Kuliah? Calon Mahasiswa Wajib Tahu!

Sedangkan Bupati OKU Selatan, Popo Ali dari LHKPN 2022 tercatat punya harta kekayaan Rp8 miliar. Aset tanah dan bangunannya Rp6,5 miliar, tersebar pada sembilan lokasi di OKU Selatan dan Bogor.

Untuk Bupati PALI Dr Ir H Heri Amalindo MM dari rilis LHKPN 2022 punya harta kekayaannya Rp13,48 miliar. Sekitar Rp7,69 miliar berupa tanah dan bangunan. Tersebar di 33 lokasi di Palembang, Muba, OKI, Banyuasin, dan Bekasi.

Kemudian Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi LHKPN-nya 2021 (dirilis 2022) sebagai Sekda Muba Rp5,58 miliar. Termasuk aset tanah dan bangunan yang nilainya Rp2,8 miliar, tersebar pada delapan lokasi di Palembang, Banyuasin, dan Muba.

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar LHKPN 2021 (dirilis 2022) Rp8,57 miliar. Termasuk tiga aset tanah dan bangunan di Palembang dan Cianjur Rp8,1 miliar lebih.

BACA JUGA:Bupati Musi Rawas Lantik 59 Kades dan Ketua TP PKK Desa, ini Pesannya

BACA JUGA:Alhamdulillah! Kuota Haji Indonesia Dapat Tambahan 8.000, Pelunasan Bipih Diperpanjang

Sedangkan Bupati OKI, H Iskandar SE harta kekayaannya Rp27,85 miliar. Itu berdasar rilis LHKPN 2022. Aset tanah dan bangunannya pada lima lokasi di Tangerang dan Ogan Ilir. Nilainya mencapai Rp21,6 miliar lebih. Sisanya aset lain.

Sementara, Gubernur Sumsel H Herman Deru tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp147,8 miliar (proses verifikasi). Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp107 miliar dibanding tahun 2021 yang berjumlah Rp40,4 miliar.

Dari rincian LHKPN 2022, enam aset tanah dan bangunannya tersebar di Palembang dan OKU Timur. Nilainya sekitar Rp24 miliar.

Terkait kenaikan hartanya, Gubernur menegaskan, LHKPN yang dimilikinya mengalami peningkatan lantaran nilai asetnya yang meningkat. Bukan jumlah asetnya yang bertambah. 

BACA JUGA:Viral di Medsos Perempuan Cantik Istri Dosen di Lubuklinggau Masuk DPO, Polisi Berikan Penjelasan

BACA JUGA:Sebaiknya Jokowi Juga ke Sumatera Selatan, Banyak Loh Jalan Rusak

 “Kalau kita kan nilai asetnya yang naik, karena NJOP naik. Karena Pemkot menaikkan PBB, jadi nilai aset saya ikut naik,” jelasnya.

Untuk pejabat setingkat kepala dinas, salah satu yang belum lama viral punya harta setara Bupati Muratara yakni Kepala Dinas PUPR Lubuklinggau, Achmad Asril Asri. Hartanya mencapai 57, 6 miliar, seperti dirilis KPK dalam LHKPN 2022.

Achmad Asril Asri punya 10 aset tanah senilai Rp56,85 miliar. Tersebar pada 10 lokasi di Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas. Sembilan warisan, satu milik sendiri.

 “Untuk pencerahan sejak 2018, sebelum jadi Kadis PUPR, saya sudah punya harga Rp57,1 miliar,” ujar dia. 

BACA JUGA:Bupati OKI Iskandar Mengundurkan Diri dari Jabatannya, Alasannya Tidak Bisa Ditolak

BACA JUGA:Catat, ini Syarat Berobat ke Ida Dayak

Menepis jadi kaya sejak menjabat Kadis PUPR, Achmad Asril Asri menegaskan aset tanah bangunan berasal dari warisan.

“Aset itu warisan dan produktif. Ada tanah untuk pertanian, perkebunan, juga yang disewakan. Jadi wajar jika ada penambahan aset,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengingatkan, seluruh penyelenggara negara wajib menyerahkan LHKPN. Untuk laporan harta kekayaan 2022, harus sudah diserahkan paling telat 31 Maret 2023 lalu.

Dia menyebutkan, LHKPN menjadi salah satu alat untuk mencegah korupsi. KPK akan meneliti semua laporan itu. “Kita nilai kelayakan atau tidak kekayaan semua penyelenggara negara,” pungkasnya.(sumeks.disway.id)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: