Sehingga jangan sampai acara dikhususkan bagi orang kaya dan orang yang dinilai penting kehadirannya demi prestise yang dicapai.
Menjaga kewibawaan tamu yang hadir seperti ulama dan tokoh masyarakat. Juga tidak ada perbedaan menu dan pelayanan yang mencolok antara tamu umum dan VIP.
BACA JUGA:6 Tradisi Unik Peringatan Tahun Baru Islam di Indonesia
Tidak Mengganggu Salat dan Tetangga
Kegiatan resepsi pernikahan hendaklah diupayakan agar waktunya selesai sebelum waktu salat zuhur. kalaupun ada pengunduran tidak berlebihan sehingga berpotensi tidak terlaksananya salat.
Kemudian, pesta yang diadakan hendaklah sewajarnya, cukup bernilai hiburan keluarga dan dilaksanakan pada masa yang tidak berlebihan.
Jangan sampai larut malam. Sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi tetangga.
Itulah himbauan MUI Lubuklinggau untuk pelaksanaan Resepsi Pernikahan. (*)