Menlu AS Sebut Situasi Timur Tengah Saat ini Lebih Berbahaya, Dibanding Tahun 1973 Saat Perang Arab-Israel

Menlu AS sebut situasi Timur Tengah saat ini lebih berbahaya dibanding Tahun 1973 saat perang Arab-Israel.--Instagram @unexplnd
Yang mana pertama, menyerang personel Iran di Suriah atau Irak, kemudian kedua menyerang aset angkatan laut Iran di Teluk Persia.
Walaupun dari Iran membantah terlibat, namun Biden percaya serangan ini tidak lepas dari campur tangan Teheran.
Menlu AS mengatakan tiga tentara AS tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan pesawat tidak berawal terhadap pos militer AS di timur laut Yordania dekat perbatasan dengan Suriah, pada Minggu 28 Januari 2024.
Tidak lama ini juga, Gerakan Houthi di Yaman mengklaim sudah melancarkan serangan rudal baru terhadap kapal militer AS, Lewis B Puller di Teluk Aden.
BACA JUGA:Prediksi Manchester City vs Burnley, Premier League, Kamis 1 Februari 2024, Kick Off 02.30 WIB
“Sebagai respons terhadap agresi AS-Inggris terhadap negara kami, tadi malam, Angkatan Laut Yaman menembakkan rudal yang sesuai ke kapal Angkatan Laut AS Lewis B Puller ketika kapal itu sedang berlayar di Teluk Aden,” ucap Yahya Saria, Juru Bicara Militer Houthi.
Amerika Serikat yang juga sekutu Israel menanggapi serangan dari Houthi dengan melancarkan serangkaian serangan terhadap kelompok tersebut.
Bersama dengan Inggris, militer AS menghantam puluhan lokasi di Yaman yang dikatakan menjadi infrastruktur militer Houthi.
Sejak peristiwa tersebut, Houthi menganggap semua kepentingan AS yang ada di Laut Merah sebagai target serangan yang sah bagi mereka.
BACA JUGA:Matangkan Persiapan Pemilu 2024, Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Ikuti Bimtek KPPS
Itulah informasi seputar Menlu AS sebut situasi di Timur Tengah saat ini lebih berbahaya dibanding tahun 1973 saat perang Arab-Israel. Semoga bermanfaat. (*)
Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di WhatsApp. Caranya klik DI SINI, kemudian klik tombol ikuti di sudut kanan atas di aplikasi WhatsApp. Atau gabung di WhatsApp Grup melalui LINK INI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: