Pria di AS Mengidap Sindrom Wajah Iblis, Melihat Semua Wajah Orang Seperti Setan, Begini yang Dirasakannya

Pria di AS Mengidap Sindrom Wajah Iblis, Melihat Semua Wajah Orang Seperti Setan, Begini yang Dirasakannya

Pria di AS mengidap sindrom wajah iblis.--Instagram @folkative

LINGGAUPOS.CO.ID – Seorang pria dari Amerika Serikat (AS) mengidap penyakit aneh yang dialaminya, sebab dia melihat wajah semua orang seperti setan.

Diambil dari berbagai sumber yang dikutip pada Kamis, 28 Maret 2024, pria tersebut bernama Victor Sharrah (59) menderita sindrom langka yang disebut dengan demon face sindrom atau kondisi yang menyebabkan dia melihat wajah orang lain seperti monster atau iblis yang menakutkan.

Sebelumnya, dirinya selalu memiliki penglihatan yang tajam. Namun, pada suatu hari tepatnya November 2020, yang tiba-tiba menyadari bahwa wajah orang di sekitarnya tampak seperti setan.

Yang mana ia melihat telinga, hidung, dan mulut orang-orang tersebut terentang ke belakang dan terdapat lekukan dalam dahi, pipi serta dagu mereka.

BACA JUGA:Mengejutkan, Suami Sandra Dewi Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Timah, Begini Perannya

"Sehari-hari seperti menatap setan. Bayangkan ketika terbangun di suatu pagi dan tiba-tiba semua orang di dunia terlihat seperti makhluk di film horor," kata Sharrah.

Diketahui, Victor mempunyai kondisi yang langka dan disebut sebagai prosopo metamorphopsia (PMO) yang membuatnya melihat wajah orang lain sebagai bentuk, tekstur, posisi, atau warna yang terdistorsi.

Sebelumnya diketahui, dia sudah pernah mencoba menjelaskan situasi yang dialaminya kepada teman sekamar, dan seperti yang diduga, rekannya justru menganggapnya gila.

"Saya lalu keluar dan semua wajah orang yang saya lihat terdistorsi dan masih tetap seperti itu," ucapnya.

BACA JUGA:Konsumsi Produk Cokelat Bikin Bahagia, Berikut Daftar Produk Permen dan Makanan Ringan Lagi Diskon di Alfamart

Adapun seseorang yang ia kenal menjelaskan bahwa dia mungkin mengidap PMO atau gangguan persepsi neurologis yang sangat langka ini, menyebabkan wajah terlihat terdistorsi dalam bentuk, ukuran, tekstur atau warna.

Sharrah juga merasa gejalanya mirip dan dia juga didiagnosis secara resmi tahun lalu.

Menurut keterangan dirinya, ia hanya melihat distorsi wajah saat melihat langsung ke seseorang saja, dan tidak pada saat melihat foto atau layar komputer.

Hal ini memungkinkan para ahli bisa membuat gambaran fotorealistik mengenai apa yang dilihat olehnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: