Wadaw, Ketua PPS di Kalbar Pakai Honor KPPS Buat Main Judi Slot Rp82 Juta, Ngotot Bilang Uangnya Dicuri

Wadaw, Ketua PPS di Kalbar Pakai Honor KPPS Buat Main Judi Slot Rp82 Juta, Ngotot Bilang Uangnya Dicuri

Wadaw, Ketua PPS di Kalbar Pakai Honor KPPS Buat Main Judi Slot Rp82 Juta, Ngotot Bilang Uangnya Dicuri--instagram: txt.viral

KALIMANTAN BARAT, LINGGAUPOS.CO.ID - Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kalimantan Barat pakai honor petugas KPPS buat main judi slot Rp82 juta, awalnya mengaku uang tersebut dicuri.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar) berinisial AS telah diamankan pihak kepolisian.

AS diamankan terkait dugaan penggelapan honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) senilai Rp28 juta.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala Polisi Resor Kayong Utara yakni, AKBP Achmad Dharmianto, “Ketua PPS berinisial AS telah kami amankan,” ujarnya.

BACA JUGA:Viral, Kakek di Jerman Berhemat Makan dan Minum dari Sampah tapi Miliki 10 Properti

Adapun diketahui AS menggelapkan uang tersebut untuk dipakai main judi online.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar Kombes Pol Raden Petit Wijaya mengatakan, AS ini awalnya sempat melapor ke polisi terkait kehilangan uang Rp28 juta.

Kepada polisi AS mengaku bahwa uang yang disimpannya dalam tas itu telah dicuri saat berada di Sekretariat Desa Nipah Kuning.

“AS telah membuat laporan pengaduan di polsek Simpang Hilir pada 16 Februari 2024,” jelasnya.

BACA JUGA:Ada yang Memperolok Kegiatan Mengaji, Kartika Putri: Demi Allah Saya Tidak Ikhlas

Mendapati laporan dari AS, polisi akhirnya menyelidiki kasus tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penelusuran.

Didapatkan hasil rupanya AS menghabiskan uang puluhan juta rupiah itu untuk bermain judi slot dan keperluan pribadinya.

“Uang yang seharusnya menjadi honor KPPS digunakan tersangka untuk judi online,” ucapnya, pada Jumat, 23 Februari 2024.

Selanjutnya, AS sempat menghilang tidak diketahui keberadaannya. Nomor teleponnya pun tak bisa dihubungi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: