Tenggelam 4 Hari di Sungai, Pria di Palembang Ditemukan Tewas Diduga Mabuk Miras, Begini Kejadiannya

Tenggelam 4 Hari di Sungai, Pria di Palembang Ditemukan Tewas Diduga Mabuk Miras, Begini Kejadiannya

Tenggelam 4 Hari di Sungai, Pria di Palembang Ditemukan Tewas Diduga Mabuk Miras, Begini Kejadiannya--instagram: seputarkotapalembang

PALEMBANG, LINGGAUPOS.CO.ID - Seorang pria di PALEMBANG gegara mabuk minuman keras (miras) dan terjatuh ke sungai tenggelam selama 4 hari  hingga ditemukan  tewas. Begini kejadiannya. 

Heboh di media sosial seorang pria di Palembang yang mabuk minuman keras (miras) dan jatuh ke sungai hingga ditemukan tewas setelah beberapa hari pencarian.

Diketahui pria tersebut bernama Yanto (48) sebelumnya ia dilaporkan jatuh dan tenggelam di sungai Borang, Kecamatan Sematang Borang.

Korban yang jatuh di sungai dalam keadaan mabuk tersebut sebelumnya sempat tidak ditemukan hingga dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

BACA JUGA:Banjir Usai Idul Fitri 2024 di Muratara, 3 Jembatan Gantung Putus, 2 Rumah Hanyut

Adapun, dikatakan bahwa peristiwa tersebut berawal saat korban yang tercatat sebagai warga Kecamatan Kemuning itu pergi dalam kondisi mabuk miras.

Ia pergi menggunakan sepeda motor untuk bersantai di Jembatan 1, Sematang Borang, Kamis, 11 April 2024 sekitar pukul 18.30 WIB.

Namun, ketika berada di jembatan tersebut korban tiba-tiba terjatuh ke sungai dan tubuhnya terseret derasnya arus sehingga membuatnya tenggelam.

Lantas Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Palembang, pun melakukan pencarian terhadap Yanto di perairan Sungai Borang, hingga hari Jumat 12-13 April 2024 korban belum ditemukan.

BACA JUGA:Pemerintah Perketat Barang Elektronik Impor Masuk RI, Inilah 20 Daftarnya, Cek Disini

Kepala Basarnas Palembang, Raymond Konstantin mengatakan jika korban ini diduga mabuk miras

“Korban diduga mabuk miras dan mengendarai motor hendak ke Jembatan 1 Borang. Sampai di lokasi korban terjatuh ke sungai dan tenggelam,” jelasnya.

Untuk mencari korban, Raymond menjelaskan telah menurunkan tim di permukaan air dengan menggunakan perahu karet, dan perahu masyarakat hingga drone untuk menyisir aliran sungai.

Menurutnya pula, dari kondisi di lapangan, saat itu air sungai dalam keadaan pasang ketika korban terjatuh. Korban terseret derasnya arus sungai hingga tenggelam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: