Prabowo Sebut Demokrasi Itu Sangatlah Melelahkan, Berantakan dan Mahal, Disorot Kembali Oleh Media Asing

Prabowo Sebut Demokrasi Itu Sangatlah Melelahkan, Berantakan dan Mahal, Disorot Kembali Oleh Media Asing

Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memberikan pernyataan yang kembali disorot oleh media asing.--Instagram @unexplnd

LINGGAUPOS.CO.ID – Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memberikan pernyataan yang kembali disorot oleh media asing.

Diambil dari berbagai sumber yang dikutip pada Rabu, 6 Maret 2024, media tersebut berbasis di London, Reuters, yang mengungkap pernyataan Prabowo dalam artikel berjudul Indonesia’s Presumed President Prabowo Vows Smooth Transition, Pushes Privatisation.

Pada artikel tersebut menyatakan Prabowo dalam pertemuan dengan investor pada Selasa, 5 Maret 2024.

Yang mana dirinya menjanjikan peralihan kekuasaan yang sangat lancar yang pada akhir tahun kini akan membuka pintu bagi privatisasi perusahaan-perusahaan milik negara sambil tetap mempertahankan kendali pemerintah atas sektor ekonomi utama.

BACA JUGA:Ramadan 2024 Sebentar Lagi, Moment Meningkatkan Ibadah, ini 10 Hadis Nabi Tentang Keistimewaannya

Sementara itu, dalam pidato yang berlangsung selama satu jam tersebut, Prabowo mengatakan tidak puas dengan demokrasi di Indonesia tanpa adanya penjelasan lebih lanjut. 

"Izinkan saya membuktikan, bersaksi bahwa demokrasi itu sungguh sangat-sangat melelahkan. Demokrasi itu sangat-sangat berantakan, demokrasi itu sangat-sangat memakan biaya," tuturnya. 

“Ada banyak ruang untuk perbaikan.”sambungnya.

Sebelum ada pernyataan dari Prabowo di forum investasi, media asal Singapura, Channel News Asia juga sudah menulis analisis mengenai nasib demokrasi Indonesia di masa depan.

BACA JUGA:Diduga Dibunuh Vladimir Putin, 43 Negara Tuntut Penyelidikan atas Kematian Oposisi Rusia Alexie Navalny

Media tersebut memaparkan pendapat mengenai pengamatan kajian politik serta keamanan internasional dari Universitas Murdoch, Autralia, Ian Wilson.

Diketahui, ia menulis mengenai Prabowo dan demokrasi di Indonesia dalam opini yang berjudul “An Election to End All Election”.

Menurut informs, artikelnya ini pertama kali dirilis pada situs Fulcrum pada Selasa, 31 Januari 2024.

Situs tersebut terafiliasi dengan lembaga think tank ISEAS, Yusof Ishak Institute.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: