Anies: Erdogan Nusantara? (1)

Anies: Erdogan Nusantara? (1)

Recep Tayyip Erdogan-Geralt-Pixabay

Dalam kampanyenya, partai oposisi sekuler mengancam akan membubarkan semua yang dibangun pemerintahan Erdogan yang berbau Islam dan akan mengembalikan Turki ke masa kekuasaan sekularisme. 

BACA JUGA:Tuan Guru Asih: Sosok Pendidik di Tiga Jaman

Runtuhnya Sekulerisme! 

Ketika era kejayaan Kemal Attaturk (1923-1950), hampir semua Muslim Turki merasa gerah dan marah, namun tak bisa apa-apa. 

Kaki-kaki dan kuku penguasa bersama gerombolan oligarkinya demikian ganas dan represif dalam pengendalian sosial: menangkap para ulama, memberangus siapa pun yang berdemonstrasi menuntut keadilan. 

Pejabat negara di semua sektor (eksekutif, legislatif dan yudikatif) doyan korupsi berjamaah dan aman dari proses pengadilan.

Alhamdulillah, pada tahun 1950 Allah kirimkan seorang politisi sekaligus negarawan Turki bernama Adnan Menderes. 

BACA JUGA:Politik Praktis (2)

Pada Pemilu 1950 beliau menang dan menjadi Perdana Menteri Turki pertama atas dasar pilihan rakyat. Kemudian menang lagi pada Pemilu berikutnya dan menjabat PM Turki hingga 1960.

Ajaibnya, janji-janji kampanye Adnan sangat sederhana yakni: mengembalikan adzan ke bahasa Arab, membangun masjid dan sekolah-sekolah Islam Imam dan Khatib, membolehkan kajian-kajian Islam. 

Lalu akan mencabut peraturan yang melarang busana Muslimah dan mengembalikan membaca Al-Qur'an dengan bahasa Arab yang telah diganti oleh Kemal Attaturk. [Bersambung ... ]

*) Muarabeliti Sumsel, Ahad 14 Mei 2023. Penulis adalah pemerhati masalah sosial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: