Segala fenomena yang terjadi di dunia ini harus dipahami berdasarkan kondisi material dan bukan berdasarkan penjelasan mistis atau supernatural.
BACA JUGA:Biografi Muhammad Toha: Pahlawan yang Tewas di Peristiwa Bandung Lautan Api
Bagi Tan Malaka, memahami dunia melalui lensa materialisme memungkinkan rakyat untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya dan menyusun strategi yang tepat untuk memperjuangkan perubahan.
Dialektika: Dialektika adalah metode berpikir yang melihat realitas sebagai sesuatu yang selalu berubah melalui konflik antara berbagai kekuatan yang berlawanan.
Tan Malaka mengadopsi prinsip ini dari filsafat Hegel dan Marxisme, di mana ia mengajarkan bahwa perubahan sosial tidak terjadi secara linear, tetapi melalui proses dialektis di mana setiap tesis akan menghadapi antitesis yang kemudian melahirkan sintesis.
Proses ini, menurut Tan Malaka, adalah hukum perkembangan sejarah yang harus dipahami dan diterapkan dalam perjuangan politik.
BACA JUGA:Biografi Mayor Rukana: Pencetus Ide Pembakaran Kota Bandung dalam Peristiwa Bandung Lautan Api
Logika: Logika, dalam pengertian Tan Malaka, adalah alat untuk berpikir secara rasional dan koheren.
Ia menekankan pentingnya menggunakan logika dalam menganalisis situasi sosial dan politik agar dapat membuat keputusan yang tepat.
Logika membantu dalam menghindari kesalahan berpikir yang bisa mengarahkan pada kesimpulan yang salah atau tindakan yang tidak efektif.
Pengaruh dan Relevansi Madilog
Mengenal Tan Malaka--Instagram: literasabuku
Meskipun Madilog tidak sepopuler karya-karya pemikir lain pada masanya, pengaruhnya sangat besar bagi mereka yang tertarik pada perubahan sosial di Indonesia.
Buku ini menawarkan pandangan yang kritis terhadap realitas sosial dan mengajak pembacanya untuk berpikir secara ilmiah dan rasional.
Madilog menjadi panduan bagi kaum pergerakan untuk mengembangkan metode perjuangan yang lebih efektif dan berdasar pada kenyataan objektif.