"Jadi Yaum itu menunjuk pada waktu. Maksudnya apa? Hadist ini ingin menegaskan, puasa ini dilakukan, bukan mengikuti momentumnya, tapi mengikuti waktunya, ya," jelas Ustaz Adi Hidayat.
BACA JUGA:Menaker: Cuti Bersama Idul Adha 2023 Sifatnya Pilihan
Oleh karena itu, kata Ustaz Adi Hidayat, meski jemaah Haji sedang berwukuf pada 9 Zulhijah di Arab Saudi, ibadah puasa di negara lain tak ada keterikatan dengan momentum tersebut.
"Waktu orang wukuf tanggal berapa, 8 apa 9? 9 ya. Jadi orang wukuf di tanggal 9 Zulhijah.
"Artinya kalau di satu tempat, satu daerah, satu negara sudah masuk ke tanggal 9 Zulhijah, sekalipun tidak sama dengan tempat orang wukuf sekarang di Saudi, maka itu sudah harus menunaikan puasanya.
"Jadi jatuh puasanya pada tanggalnya, bukan pada momentum wukufnya. Jelas ya, yang harus diikutkan pada tempat tertentu.
BACA JUGA:Gecok Kambing Khas Semarang, Variasi Kuliner Hari Raya Idul Adha 2023
Perhitungan Berdasarkan Zona Waktu
Tak berhenti sampai di situ, perbedaan hari antara Indonesia dan Arab Saudi terdapat hikmah.
Hikmahnya adalah zona waktu di setiap negara berbeda-beda, khususnya di Indonesia, terdapat Provinsi Papua wilayah paling timur dan memiliki perbedaan 6 jam dengan Saudi.
Sehingga, kata Ustaz Adi Hidayat, akan terjadi ketidaksamaan pada penetapan tanggal hijriah untuk bulan-bulan tertentu, seperti Ramadhan dan bulan Haji.
"Misal sekarng di Saudi. Misal mohon maaf pemerintah kita menetapkan waktu misalnya, awal Zulhijah beda dengan Saudi, misal. Karena zonanya, misalnya ada perbedaan tertentu, dalam hal tertentu, kondisi tertentu, misal saja.
"Maka yang diikuti saat puasa Arafah itu bukan ikut ke yang wukuf, bukan waktu Saudi, tapi waktu di sini.
"Ya, karena zona itu bisa berbeda pak, ya. Saya sering katakan begini, Saudi dengan Indonesia beda berapa jam?
"Antum ngukurnya ke Jakarta 4 jam, di Papua 6 jam. Indonesia itu kan luas dari Sabang sampai Merauke, gitu kan. Masya Allah.