Awal 2026, Industri Sepeda Motor Alami Tekanan dari Pemain Baru

Awal 2026, Industri Sepeda Motor Alami Tekanan dari Pemain Baru

Awal 2026, Industri Sepeda Motor Alami Tekanan Pemain Baru--

LINGGAUPOS.CO.ID -  Kendati sudah memasuki bulan pertama 2026, pelaku industri otomotif, terutama sektor kendaraan roda dua (sepeda motor), mengungkapkan bahwa industri tersebut masih terus mengalami tekanan.

Bahkan menurut Head of Commercia Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, industri sepeda motor pada 2026 akan mengalami persaingan yang kian padat akibat masuknya pemain baru.

"Pada 2025, pasar sepeda motor nasional masih tumbuh sekitar 1,3 persen dengan penjualan mencapai 6,41 juta unit,” ia menjelaskan, pada Rabu 28 Januari 2026. 

“Pertumbuhan ini relatif tipis, dengan indikasi penguatan permintaan di luar Jawa di kisaran 6–7 persen, sementara Jawa cenderung stagnan sekitar 1 persen," ungkap Sigit di Gedung EightyEight, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:Toyota Pimpin Pasar Otomotif 2025, Kijang Innova Terjual Lebih 60 Ribu Unit

Lebih lanjut, Sigit juga turut menambahkan bahwa tekanan eksternal diperkirakan kian memengaruhi profitabilitas lintas sektor. 

Oleh karena itulah, dirinya menyatakan bahwa ketidakpastian global, perubahan regulasi, fluktuasi biaya operasional, hingga perkembangan teknologi menjadi faktor yang harus diantisipasi secara strategis. 

"Kondisi ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis dan keberlanjutan jangka panjang," tegasnya.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Sigit mengungkapkan bahwa AISI sendiri juga sudah melakukan beberapa cara. 

BACA JUGA:4 Cara Aman Beli Mobil Mewah Bekas, Teliti Pajak Hingga Biaya Perawatan

Salah satuny adalah dengan berkolaborasi bersama Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) untuk mendorong agar arah industri semakin maju ke depan.

Menurutnya, langkah ini sendiri dilakukan tidak hanya untuk berfokus pada pertumbuhan agresif, tetapi juga untuk menjaga kualitas, kesehatan industri, serta keberlanjutan ekosistem dan lingkungan.

"Ke depannya, fokus industri tidak hanya pada volume, tetapi bagaimana pertumbuhan dapat berjalan selaras dengan quality dan sustainability,” ucap Sigit.

Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID dengan klik LINK INI 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: