MBG Pelajar SMP Negeri 5 Lubuk Linggau Dikembalikan, Ini Alasan Kepala Sekolah

MBG Pelajar SMP Negeri 5 Lubuk Linggau Dikembalikan, Ini Alasan Kepala Sekolah

MBG yang seharusnya jadi santapan pelajar SMP Negeri 5 Lubuk Linggau ketika berbuka puasa dikembalikan dikarenakan keterlambatan mengantar.-Tangkap Layar-

LINGGAUPOS.CO.ID- Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus untuk pelajar SMP Negeri 5 Lubuk Linggau dikembalikan kibat keterlambatan pengantarannya. 

Keterlambatan pendistribusian MBG pelajar SMP Negeri 5 Lubuk Linggau terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026. Ketika tim pengantar tiba, seluruh siswa sudah pulang.

MBG yang seharusnya jadi santapan siswa ketika berbuka puasa nanti, justru tidak sampai ke pelajar SMP Negeri 5 Lubuk Linggau dikarenakan keterlambatan dari tim pengantar mobil MBG.

Diketahui program MBG yang ditujukan untuk jenjang pendidikan PAUD/TK hingga SMA/SMK sederajat pada bulan puasa Ramadan ini tetap dibagikan, termasuk untuk sekolah yang ada di Lubuk Linggau.

BACA JUGA:Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin Dimakamkan Kamis di TPU Kebun Bunga Palembang

Memasuki sekolah hari ke-3 usai libur menyambut puasa, kegiatan pengantaran MBG ke sekolah kembali dilakukan.

MBG sendiri diantarkan ke sekolah oleh tim pengantar mobil MBG atau petugas pengantar dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing.

Tepat di hari ketiga sekolah, siswa SMP Negeri 5 Lubuk Linggau harus merelakan menu MBG, tidak tahan menunggu terlalu lama, murid-murid tersebut akhirnya pulang tanpa MBG.

Kepala SMP Negeri 5 Lubuk Linggau, DR. Syamsir Alam, S.Pd.., M.Pd mengaku dirinya tidak berada di sekolah saat kejadian tersebut.

BACA JUGA: Super Flu H3N2 Subclade K Sama dengan Covid 19? Cek Penjelasannya di Sini

Namun dirinya telah menerima laporan dari wakil yang ada di tempat sekolah yang dipimpinnya.

Kata Syamsir, sesuai dengan aturan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau, bahwasanya bulan puasa ini jam pulang jadi lebih cepat.

“Sesuai aturan dari Disdikbud bahwa kegiatan pembelajaran selama bulan puasa dikurangi 10 menit, sehingga kami pulangnya di jam 11,” ungkapnya kepada LINGGAUPOS.CO.ID pada Rabu, 25 Februari 2026.

Terkait adanya keterlambatan pengantaran MBG, Syamsir mengaku bahwa pihaknya sudah meminta agar murid-murid menunggu.

BACA JUGA:Tetap Aktif di Bulan Suci Ramadan, Warga Binaan Giatja Lapas Narkotika Muara Beliti Terus Berkarya

“Guru-guru kami sudah meminta murid-murid untuk menunggu, namun namanya sudah jam pulang dan orang tua mereka juga sudah menjemput, maka pulanglah anak-anak itu,” jelasnya.

Syamsir melanjutkan, mulanya anak-anak masih menunggu, namun sudah berjam-jam tak kunjung datang akhirnya mereka pulang semua.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait