Waduh! Crazy Rich Vietnam Divonis Mati Karena Korupsi 200 Triliun, Inilah Profilnya

Waduh! Crazy Rich Vietnam Divonis Mati Karena Korupsi 200 Triliun, Inilah Profilnya

Crazy Rich.--Instagram @infipop.id

LINGGAUPOS.CO.ID - Truong My Lan, pengembang properti Vietnam, divonis hukuman mati dikarenakan penipuan uang senilai Rp200, 06 triliun pada Kamis, 11 April 2024.

Diambil dari berbagai sumber yang dikutip pada Sabtu, 13 April 2024, dirinya dinyatakan bersalah atas penggelapan, penyuapan serta pelanggaran peraturan perbankan. 

Crazy Rich asal Vietnam tersebut dikabarkan keterlibatannya dalam kasus penipuan keuangan terbesar di negara tersebut. 

Melansir dari keterangan media pemerintah menyatakan bahwa Lan bersalah atas penggelapan, penyuapan hingga pelanggaran peraturan perbankan seputar pemberian pinjaman. 

BACA JUGA:SK Pelantikan 186 Pejabat Musi Rawas Dibatalkan, 5 Keputusan Bupati Ini Tidak Berlaku

Menurut informasi, selain dijatuhkan hukuman mati atas tuduhan penggelapan, ia juga dikenakan dua tuduhan lainnya yang mana dengan hukuman 20 tahun penjara. 

Diketahui, Lan adalah pimpinan perusahaan pengembangan real estat Van Thinh Phat Holdings Group. 

Yang mana, ia dituduh telah mengambil alih aset dari Bank Komersial Saham Gabungan Saigon dengan mengambil pinjaman ilegal pada Van Thinh Phat serta perusahaan cangkang. 

Selain itu, sebagian besar pembelaan dari Lan didasarkan  pada pengacaranya yang berpendapat bahwa ia hanya mengendalikan sekitar 15 persen bank serta tak punya posisi resmi di bank tersebut. 

BACA JUGA:Siap-siap Diskon Tarif Tol! Jangan Lupa Pulang Waktu Ini, Catat Rute dan Tanggalnya

Sehingga, menunjukkan bahwa tuduhan yang dijatuhkan kepadanya atas kasus penggelapan tidak pantas. 

Namun, para saksi yang mempunyai saham besar menjelaskan pada pengadilan bahwa mereka diperintahkan untuk bertindak atas nama Lan. 

Oleh karena itu, hakim memutuskan bahwa Lan memegang saham pengendali lebih dari 90 persen di SCB melalui kuasanya serta merupakan pemilik secara de facto pada bank tersebut. 

Pinjaman tersebut telah dilaporkan senilai total USD 44 miliar serta menyumbang lebihh dari 90 persen pinjaman SCB antara 2012 serta 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: