Taylor Swift Buat Vinyl Kembali Jadi Pemicu Inflasi di Inggris

Taylor Swift Buat Vinyl Kembali Jadi Pemicu Inflasi di Inggris

Taylor Swift --Instagram @infipop.id

BACA JUGA:Semarak Peringatan HBP, WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Ikuti Lomba MTQ

Kemudian, menurut informasi dari sebuah asosiasi perusahaan rekaman serta label Inggris British Phonographic Industry mencatat tahun lalu 6,1 juta piringan hitam ini terjual di Inggris.

Serta menjadi jumlah tertinggi sejak 1990.

Dari jumlah tersebut ini, album 1989 Taylor’s Version milik Taylor Swift ini menjadi porongan hitam dengan penjualan yang paling terbanyak.

Sementara itu, CEO British Phonographic Industry Jo Twist menyebut, sangat wajar apabila vinly dilihat sebagai indikator populer mengenai bagaimana orang membelanjakan uang mereka.

BACA JUGA:Awal Ramadan 2024, Begal Hadang Mama Muda Pulang Beli Susu di Lubuk Linggau

"Format yang sangat disukai ini telah menyebabkan permintaan tumbuh secara konsisten selama hampir dua dekade, termasuk di kalangan konsumen muda dan lebih beragam yang melakukan streaming setiap hari tetapi juga suka memiliki musik favorit mereka dalam format fisik,” terang dia.

Diketahui, selain vinly ada beberapa barang dan jasa baru yang turut juga memengaruhi inflasi di Inggris, yakni airfryer, kue beras, biji bunga matahari hingga labu.

Sementara itu, permintaan untuk pembersih tangan tidak lagi masih ke dalam daftar sejak pandemi lalu.

Itulah informasi seputar Taylor Swift buat vinly kembali yang jadi pemicu inflasi di Inggris. Semoga bermanfaat. (*)

Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di WhatsApp. Caranya klik DI SINI, kemudian klik tombol ikuti di kanan atas di aplikasi WhatsApp. Atau gabung di WhatsApp Grup melalui LINK INI. Serta dapatkan update di Facebook di LINK INI. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: