Pesawat Lion Air Surabaya Tujuan Jeddah Mutar di Udara, Mendarat di Bandara Kualanamu Medan, Ini Penyebabnya

Pesawat Lion Air Surabaya Tujuan Jeddah Mutar di Udara, Mendarat di Bandara Kualanamu Medan, Ini Penyebabnya

Dalam video yang beredar pesawat Lion Air tersebut berputar-putar hingga puluhan kali di langit Kota Binjai sejak sore hingga malam pada Senin, 11 Maret 2024.-Tangkap Layar-TikTok/_whocares04/bangmul10

LINGGAUPOS.CO.ID - Pesawat Lion Air Surabaya tujuan Jeddah mutar-mutar di udara dan terpaksa mendarat di Bandara Kualanamu Medan.

Sebelumnya beredar video di media social mengenai informasi pesawat Lion Air ini. Tepatnya di daerah Binjai, Sumatera Utara.

Dalam video yang beredar pesawat Lion Air tersebut berputar-putar hingga puluhan kali di langit Kota Binjai sejak sore hingga malam pada Senin, 11 Maret 2024.

Sempat diisukan mengalami masalah, ternyata pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-106 dari Surabaya tujuan Jeddah, Arab Saudi mengalihkan pendaratan ke Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

BACA JUGA:Inilah 20 Produk Kebutuhan Dapur Sedang Diskon di Hypermart, Mulai Awal Ramadan 1445 H Sampai 14 Maret 2024

Pesawat yang membawa jamaah umrah itu mengalihkan pendaratan sebab adanya penutupan udara di wilayah Sri Lanka.

"Hal ini dilakukan karena perubahan waktu pemberitahuan resmi (Notam) dari otoritas di Sri Lanka," ucap Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 12 Maret 2024.

Notam singkatan notice to airmen, lanjut dia, merupakan pemberitahuan disebarluaskan yang bersifat penting oleh personel operasi penerbangan menyatakan penutupan sementara wilayah udara di Sri Lanka.

Pihaknya menjelaskan pengalihan pendaratan kepada bandar udara alternatif ini merupakan prosedur standar operasional penerbangan guna memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan.

BACA JUGA:Rugi Jika Dilewatkan, Ini 4 Destinasi Wisata Ramadan Cocok untuk Ngabuburit Bareng Keluarga di Lubuk Linggau

"Pengalihan pendaratan di Bandar Udara Internasional Kualanamu ini, bukan disebabkan oleh masalah teknis pesawat," tegas Danang.

Sebelum pendaratan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, pesawat sempat melakukan holding atau terbang mengelilingi wilayah udara Kota Binjai, Sumatera Utara.

Holding ini dilakukan untuk beberapa waktu dengan tujuan mengurangi berat pesawat melalui pemakaian avtur atau bahan bakar.

"Ini langkah yang diambil agar pendaratan sesuai dengan limitasi pesawat atau berat pesawat saat melakukan pendaratan," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: