Survei BI: Warga Indonesia Makan Pakai Tabungan, Gaji Habis untuk Bayar Cicilan

Survei BI: Warga Indonesia Makan Pakai Tabungan, Gaji Habis untuk Bayar Cicilan

Survei B warga Indonesia makan pakai tabungan, gaji habis untuk bayar cicilan.--freepik

BACA JUGA:Terungkap, Jumlah Utang Guru SD yang Bunuh Diri Bersama Istri dan Anak di Malang

Walau fenomena makan tabungan ini masih terjadi, namun Bank Indonesia sebenarnya juga mencatat proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio mengalami penurunan dari 75,6 persen pada Oktober menjadi 75,3 persen pada November.

Hal tersebut diartikan bahwa gaji yang dipakai warga Indonesia untuk belanja sebenarnya berkurang.

Survei adanya penurunan rasio pendapatan untuk konsumsi ini terjadi hampir di semua kelompok pengeluaran.

Namun, warga dengan pengeluaran per bulan lebih dari Rp5 juta justru menjadi golongan warga yang tingkat konsumsinya menjadi dari 68,4 persen menjadi 72,6 persen pada November.

BACA JUGA:15 Tahun Mengabdi, Guru Honener Muratara Dituntut 10 Bulan Bui

“Rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan terpantau untuk semua tingkat pengeluaran, kecuali responden dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan,” lanjut BI.

Chatib Basri selaku ekonom senior Indonesia menjelaskan kaitan fenomena makan tabungan dan inflasi.

Menurutnya, melemahnya tekanan dari inflasi di Indonesia memang sebagian besar berkat kemampuan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang berhasil mengendalikan pasokan dan harga.

"Mesti diakui kebijakan BI kontrol core inflation berhasil, kemudian kemampuan pemerintah menjaga stabiltasi pangan juga berhasil, kemudian TPIP-TPID itu juga untuk administered price supaya transport enggak naik saat BBM naik, itu berhasil," ucapnya.

BACA JUGA:Reses Perseorangan H Fauzi Amro Sukses Digelar dan Dapat Dukungan Penuh dari Warga Nahdiyin Musi Rawas

Patut untuk diketahui bahwa upaya menekan inflasi ke level berimbas pada daya beli. Terlihat dari landainya tingkat belanja masyarakat bahkan saat periode menjelang Lebaran atau Idul Fitri 2023, sebagaimana data tercatat dalam Mandiri Spending Index pada April 2023. 

Indeks nilai belanja pada awal April tercatat 136,4 sementara frekuensi orang belanja sebesar 160,5.

Nilai belanja tersebut hanya naik sekitar 4,2 persen dibanding dengan priode yang sama tahun lalu sedangkan pada akhir 2021 tumbuhnya menjadi 19 persen. 

Padahal warga Indonesia sudah jauh lebih longgar dibanding saat pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: