Anak Durhaka dari Kalimantan Tengah, Pulang dari Semarang untuk Bunuh Ibu, Karena Dimarahi

Anak Durhaka dari Kalimantan Tengah, Pulang dari Semarang untuk Bunuh Ibu, Karena Dimarahi

Tersangka Muhammad Fadli Sukamto yang diduga bunuh ibu, saat dihadirkan dalam pers rilis--X @kegblnunfaedh

KOBAR, LINGGAUPOS.CO.ID –  Muhammad Fadli Sukamto (22) warga Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, layak disebut anak durhaka.

Karena ia tega membunuh ibu kandungnya sendiri, Wati (44). Kini emuda tersebut harus mendekam di sel dan menjalani hukuman atas perbuatannya.

Seperti dikutip LINGGAUPOS.CO.ID dari akun X @kegblgnunfaedh, Kamis, 23 November 2023, perbuatan tersangka sangat sadis.

Pemuda ini, tega mencekik hingga menggorok leher ibunya.

BACA JUGA:Cek Lokasi Tabliq Akbar Bersama Rhoma Irama, Ini Pesan Pj Bupati Muba untuk Panita

Peristiwa sadis itu terjadi di kediamannya di Jalan A Yani, Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, pada Minggu, 19 November 2023 sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut keterangan pelaku, tiga hari sebelum kejadian, korban sempat memarahi pelaku yang berada di Semarang, Jawa Tengah.

“Tersangka ini berada di Semarang sedang kuliah, sering dimarahi korban lewat telepon yang membuat tersangka ini sakit hati, akhirnya di tanggal 17 November, tersangka memutuskan pulang,” ucap keterangan dari Kapolres Kobar, AKBP Bayu Wicaksono.

Pada Sabtu, 18 November 2023, setelah pelaku sudah berada di Kotawaringin Barat, pelaku ini tidak langsung pulang ke rumah, melainkan ia tidur di barakan belakang rumahnya.

BACA JUGA:Masyarakat Dibuat Bingung, Wartawan Rangkap LSM, Dewan Pers Ingatkan 4 Hal

Pelaku ini baru pulang kerumah pada hari kejadian pukul 10.30 WIB.

“Kemudian terangka merokok di gazebo, di pukul 16.30 WIB tersangka masuk ke rumahnya dan langsung mendatangi kamar korban, saat itu korban terlihat sedang bermain HP di pojok tempat tidur sehabis salat,” terang Bayu.

Pelaku pun menghampiri ibunya, dan duduk di samping kiri korban, mereka terlibat cekcok. Dan korban menyebut pelaku anak dajjal hingga menyebut pelaku bukanlah anaknya.

“Korban mengatakan kalau tersangka ini anak dajjal, otakmu dipakai atau nggak, kupingmu kamu buang ke mana, dan jangan panggil aku mama kamu bukan anakku, yang membuat terangka langsung mencekik korban,” sambung keterangan Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: