Pembangunan Tol Lubuklinggau di Awal atau Akhir 2024, ini Informasi Terbarunya

Pembangunan Tol Lubuklinggau di Awal atau Akhir 2024, ini Informasi Terbarunya

Tol Bengkulu - Taba Penanjung yang akan selanjutnya tersambung ke Lubuklinggau dan Palembang--bpjt.pu.go.id

LUBUKLINGGAU, LINGGAUPOS.CO.IDPembangunan tol Lubuklinggau diperkirakan dilaksanakan pada 2023, yakni masuk ke sesi ke-4.

Sesi ke-4 ini adalah ruas Kepahiang – Lubuklinggau. Sebaliknya juga akan dibangun dari arah Muara Enim ke Lubuklinggau, sehingga akan tersambung tol Palembang ke Bengkulu.

Panjang tol Bengkulu  - Palembang 392,8 km, dengan rincian tol Lubuklinggau – Bengkulu sejauh 95,8 km dan tol Lubuklinggau ke Palembang 297 km.

Di Lubuklinggau ada empat kelurahan yang wilayahnya akan dilintasi jalan tol, yakni tiga kelurahan di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, yakni Jukung, Air Kati dan Binjai.

BACA JUGA:Demi Tol, Warga Lubuklinggau Diminta Jangan Membangun Melampaui Batas Jalan, ini Penjelasannya

Kemudian di Kecamatan Lubuklinggau Timur II, tepatnya di Kelurahan Mesat Seni. Sedangkan exit tol akan ada di Kelurahan Jukung Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Panjang jalan tol akan melintasi wilayah Lubuklinggau 12,3 km ditambah exit tol sepanjang 3,5 km.

Total hampir 16 km, jalur tol yang melintasi Kota Lubuklinggau. Dari 16 km ini, total lahan yang perlu dibebaskan seluas 123, 21 hektar.  

Nah berkaitan dengan pembebasan lahan ini, Lurah Jukung Enceng mengatakan bahwa hingga saat ini masyarakat belum tahu batas tanah yang terkena jalan tol tersebut.

BACA JUGA:Berikut Wilayah Lubuklinggau yang Dilintasi Tol, Wali Kota: 2024 Dibangun

“Karena untuk batas yang sudah diukur sebelumnya sudah hilang, jadi kita belum tahu tanah warga mana yang bakal kena jalan tol,” papar Enceng dikutip dari Linggau Pos, Selasa 25 Juli 2023.

Bahkan untuk pihak ketiga atau pemborong juga atau dinas PU Lubuklinggau belum juga menemui warga, lurah, maupun RT setempat.

“Apalagi untuk lakukan rapat baik kelurahan maupun di kecamatan, namun memang dahulu sempat ada tanah warga Jukung yang telah diberi batas merah pelewatan jalan tol, namun saat itu belum ada koordinasi sama masyarakat,” jelasnya.

“Saya rasa batas merah itu sudah hilang, karena ada di beberapa berita bahwa jalan tol itu batal, namun sekarang di media bahwa jalan tol itu ada lagi,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: linggaupos.bacakoran.co