Sopir Angkot dan Ojek di Lubuklinggau Keluhankan Sulit Dapat Pertalite

Sopir Angkot dan Ojek di Lubuklinggau Keluhankan Sulit Dapat Pertalite

Pemudi ojek dan sopir angkot di Lubuklinggau mengeluhkan BBM Pertalite sudah didapat--

LINGGAUPOS.CO.ID - Sopir angkot dan tukang ojek di Lubuklinggau keluhkan sulitnya mendapat BBM jenis Pertalite.

Salah satunya Ayub, sopir angkot jurusan Pasar Impres Lubuklinggau - Tugumulyo. 

Menurutnya untuk mendapatkan pertalite harus antri panjang. Menghabiskan waktu berjam-jam.

Saat ini dia memilih tidak lagi keliling mencari penumpang. Agar menghemat bahan bakar.

BACA JUGA:Mau Beli Pertalite atau Solar Harus Pake QR Code, Begini Mendapatkannya

“Kami kalau belum dapat penumpang tidak berangkat,” katanya Ayub saat mangkal, menunggu penumpang, di Simpang Pasar Inpres Lubuklinggau, Kamis (4/8/2022). 

“Minimal ada dua atau tiga penumpang dulu. Baru bisa berangkat,” tambahnya.

Menurutnya, angkot paling susah mendapatkan BBM. Padahal tampa baham bakar Pertalite, tidak bisa narik.

Jika menggunakan Pertamax tentu tidak mendapatkan hasil. Harganya Pertamax mahal. Ongkos angkot tidak naik 

BACA JUGA:Soal Antrian BBM di SPBU Pertamina Menjelaskan Seperti ini

“Isi tanki dikit, antrinya panjang berjalam-jam. Pernah sampai ketiduran di dalam angkot saat antri,” katanya. 

Pengalamannya pula, pernah antri BBM sudah berjam-jam. Sampai di depan pengisian malah Pertalite habis. 

“Sekitar antrian tiga kendaraan dari depan minyak habis. Terpaksa putar balik,” katanya. 

Ayub juga mengeluh soal wacana penerapan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan BBM subsidi 

BACA JUGA:Warga Sumbagsel Belum Diwajibkan Beli Solar dan Pertalite Pakai MyPertamina

Dikaunyinya, penerapan pakai Aplikasi MyPertamina, bakal menyusahkan sopir angkot. Sebab hanya sebagian kecil saja sopir angkot yang mengunakan HP android. 

“Dari ratusan sopir angkot, paling sekitar sekitar 10 orang yang pakai HP android. Kami hanya pakai HP seperti ini,”  kata Ayub sambil menunjukan Posel non android-nya (HP hanya bisa telpon dan SMS). 

Dia menegaskan, sopir angkot tidak butuh banyak syarat. Yang mereka butuhkan adalah bagaimana BBM dapat diperoleh dengan mudah dan dengan harga yang terjangkau. 

“Intiny kami sangat keberatan keberatan jika membeli BBM harus pakai aplikas,” keluhnya. 

BACA JUGA:Yang Mau Pemutihan Pajak Begini Caranya

“Kami berharap bagaimana angkot ini dipermudahkan mendapatkan minyak,” kata Ayub sambil menjelaskan, 20 tahun jadi sopir angkot baru kali sulit mendapatkan BBM. 

Keluhan yang sama, juga diungkap salah satu tukang ojek, Tamrin (57), warga Kupang, Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau. (*)

Sumber: