6 Tradisi Jelang Bulan Ramadan di Indonesia, Dari Dandangan hingga Padusan

Senin 02-02-2026,11:00 WIB
Reporter : Budi Santoso
Editor : Budi Santoso

-  Pasar Tradisional/Pasar Malam: Sepanjang Jalan Sunan Kudus ditutup dan diisi ratusan pedagang UMKM yang menjual makanan, pakaian, gerabah, dan mainan.

-  Kirab Budaya: Kirab dari Pendopo Kabupaten menuju Menara Kudus, seringkali melibatkan ziarah ke makam Sunan Kudus.

-  Festival Seni: Penampilan seni lokal, seperti tari Kretek atau barongan. 

BACA JUGA:MC Scout Talent 2026 Sukses Digelar: Wadah Pembinaan Karakter Pramuka Muda, Pemkot Lubuk Linggau Apresiasi

2.  Malamang dari Sumatera Barat

Tradisi Malamang adalah budaya gotong royong membuat lamang (beras ketan, santan, gula aren dalam bambu yang dibakar) khas Minangkabau, terutama di Padang Pariaman.

Tradisi ini diwariskan oleh Syekh Burhanuddin untuk mengajarkan makanan halal, serta menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan silaturahmi, terutama saat bulan suci Ramadan, lebaran, atau Maulid Nabi. 

3. Megengan dari Jawa Timur

BACA JUGA:Kementerian ATR/BPN Raih Peringkat Pertama Pengguna CMS Rekening Virtual Tahun 2025

Tradisi Megengan adalah budaya masyarakat Jawa, khususnya umat Muslim, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang dilakukan di akhir bulan Sya'ban.

Berasal dari bahasa Jawa megeng (menahan), tradisi ini melambangkan persiapan spiritual menahan hawa nafsu.

Kegiatannya meliputi doa bersama, selamatan, ziarah kubur, dan berbagi makanan khas seperti apem. 

Tujuan dan makna dari tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur karena masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan, sekaligus pengingat untuk menahan diri dari hal yang membatalkan puasa.

BACA JUGA:Kantor Pertanahan Musi Rawas Ucapkan Selamat Purna Tugas kepada Kakanwil BPN Sumsel

Ini juga sarana silaturahmi dan penghormatan kepada leluhur dilaksanakan pada hari-hari terakhir bulan Sya'ban (ruwah), sebelum masuk tanggal 1 Ramadhan

4.  Munggahan dari Jawa Barat

Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Sunda yang berkumpul dengan keluarga untuk makan bersama, ziarah kubur, dan saling meminta maaf.

Tradisi Munggahan adalah budaya masyarakat Sunda/Jawa Barat yang dilakukan 1-2 hari sebelum bulan Ramadan untuk menyambut bulan suci dengan sukacita.

BACA JUGA:Soal Mobil Tamu Yang Rusak, Manajemen WE Hotel Lubuk Linggau Beri Klarifikasi Lengkap

Kategori :