“Pelaksanaan secara e-voting ini, merupakan terobosan yang diperjuangkan PDI Perjuangan,” kata Hasto di kawasan Mangrove Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu, 17 Januari 2026.
Sementara itu, Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya akan lebih dulu mengkaji usulan Pilkada melalui e-voting.
Dasco menilai, Pilkada melalui e-voting bisa menghemat dana penyelenggaraan Pemilu.
BACA JUGA:Melalui PTSL, Kementerian ATR/BPN Terbitkan 1,2 Juta Sertipikat Sepanjang Tahun 2025
“Yang pertama segala sesuatu yang baik untuk pemilu kan tentunya pasti akan dibicarakan. Nah termasuk memang kita menuju ke arah teknologi yang lebih maju. Kalau itu pakai e-voting kan sebenarnya banyak penghematan-penghematan, walaupun kemudian kita harus lebih banyak kajian dan studi terlebih dahulu,” ucap Dasco di DPR, Senin, 19 Januari 2026.
Dasco menyoroti penyelenggaraan Pemilu melalui e-voting di sejumlah negara. Dengan menggunakan sistem e-voting, hasil pemungutan suara keluar dalam waktu singkat.
Namun, ia mengatakan penyelenggaraan pemilu dengan e-voting bisa menimbulkan persoalan lain.
"Sehingga e-voting-nya itu bisa dalam beberapa jam, kadang-kadang hasilnya bisa berubah. Nah ini yang perlu kemudian kita pelajari berkenaan bagaimana kalau kemudian e-voting itu dilakukan di Indonesia," jelas dia.
BACA JUGA:3 Cara Cek Rasionalisasi SNBP 2026, Lihat Peluang Lolos di Sini
Kendati begitu, Dasco menilai opsi e-voting patut untuk dikaji, terutama dalam pengamanannya nanti.
“Itu satu yang bagus. Tapi hal pengamanan dari teknologinya Itu yang Yang juga perlu dikaji. Semua nanti dikaji,” tandasnya.
Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di platform media sosial di LINK INI