Sejarah Puasa Asyura 10 Muharram, Berbagai Peristiwa Penting Terjadi

Kamis 03-07-2025,13:20 WIB
Reporter : Endah Sari
Editor : Agung Perdana

Imam Fakhruddin ar-Razi menyebutkan, puasa 10 Muharram bagi umat Yahudi merupakan satu-satunya puasa yang dilakukan dalam kurun waktu satu tahun.

Artinya, umat Yahudi hanya memiliki puasa Asyura, berbeda dengan umat Islam yang mempunyai puasa Ramadan.

BACA JUGA:Menurut KHGT Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada 19 Februari 2026

Menurut Syekh Musa Lasyin dalam kitabnya, Fathul Mun’im Syarhu Shahih Muslim menjelaskan, puasa Asyura sebenarnya sudah dilakukan orang Arab Jahiliyyah Kota Makkah.

Sebelum Rasulullah SAW bertemu orang Yahudi yang berpuasa Asyura, penduduk Makkah sebelum Islam sudah melaksanakan puasa ini.

Ada dua kemungkinan alasan orang Jahiliyyah berpuasa Asyura. Pertama, mengikuti syariat Nabi Ibrahim AS untuk memuliakan hari Asyura yang juga dibarengi pemasangan kiswah untuk bangunan Ka'bah.

 Kedua, menebus dosa-dosa di masa Jahiliyyah, di mana mereka merasa sangat bersalah dan meyakini puasa Asyura mampu meleburnya.

BACA JUGA:Tabrak Mobil Berhenti, Ini Kronologis Anggota Polres Musi Rawas Utara yang Tewas Kecelakaan

Adapun melansir dari laman resmi Masjid Manarul Ilmu ITS, Rasulullah SAW sudah mengerjakan puasa Asyura saat masih berada di Makkah.

Namun saat itu, Nabi Muhammad SAW tidak meminta umatnya untuk ikut mengerjakan puasa sunnah tersebut.

Hingga ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah. Di sana ia melihat orang-orang Yahudi berpuasa Asyura dan memuliakan hari tersebut. Nabi SAW pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk ikut melakukannya.

Menurut penjelasan Syekh Muhammad bin 'Abdul Baqi az-Zurqani dalam kitabnya Syarhu Mawâhibil Ladduniyyah dengan mengutip Imam al-Qurtubi, Nabi Muhammad SAW berpuasa Asyura untuk meluluhkan hati orang Yahudi. 

BACA JUGA:Bapas Muratara Ambil Langkah Awal dalam Launching Gerakan Nasional Pemasyarakatan

Nabi Muhammad SAW menggunakan metode dakwah ini untuk mengajak ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) masuk Islam.

Rasulullah SAW ingin menunjukkan bahwa syariatnya tidak jauh berbeda dengan syariat Nabi Musa AS.

Jadi, umat Yahudi berkesimpulan bahwa agama yang dibawa Nabi Musa AS dan Nabi Muhammad SAW memiliki ajaran, sumber, dan tuhan yang sama.

Umat Yahudi pun luluh dan lebih mudah diajak masuk Islam. Namun pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat Islam berpuasa Tasua pada 9 Muharram agar tidak sama dengan Yahudi.

BACA JUGA:Puasa Asyura di Bulan Muharram: Menghapus Dosa Setahun, Ini Keutamaan Lainnya

Pada waktu itu, puasa Asyura merupakan ibadah wajib, tapi berubah menjadi sunah muakkad (sunah yang sangat dianjurkan) setelah muslim diwajibkan puasa Ramadan. 

Ibnu 'Umar -radhiyallahu 'anhuma- mengatakan, yang artinya:

Kategori :