Tanpa Atribut dan Nyeker, Bupati Muratara Sidak ke Tambang Emas Ilegal di Ulu Rawas
Bupati Muratara saat sidak tambang ilegal--
LINGGAUPOS.CO.ID – Menindaklanjuti keluhan warga soal keruhnya air Sungai Rawas akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI), Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suhartoni langsung turun ke lapangan.
Didampingi Wakil Bupati H Junius Wahyudi, Bupati melakukan sidak ke lokasi PETI yang berada di Desa Jangkat dan Desa Lubuk Mas, Kecamatan Ulu Rawas, Kamis 20 Agustus 2026.
Perjalanan menuju lokasi tambang ilegal itu ditempuh dengan perjuangan berat. Rombongan harus menggunakan perahu ketek menyusuri Sungai Rawas, kemudian berjalan kaki menerobos lebatnya hutan.
Tanpa mengenakan atribut pemerintahan, Bupati dan Wabup hanya memakai kaos singlet dan berjalan tanpa alas kaki menyusuri jalur hutan dan bantaran sungai demi bisa mencapai titik lokasi PETI.
BACA JUGA:Wali Kota Lubuk Linggau Sesalkan ASN Disdikbud Diamankan Kejari, Janji Evaluasi Total
Setibanya di lokasi, aktivitas tambang masih ditemukan beroperasi. Sejumlah alat berat jenis ekskavator dengan kondisi yang masih baru terparkir di area galian.
Selain itu, mereka juga menemukan mesin penghancur batu mini yang dirakit dari papan, mesin pompa air berkapasitas besar untuk menyedot material, hingga sejumlah camp atau pondok yang dijadikan tempat tinggal pekerja.
Bupati Devi Suhartoni menegaskan, kerusakan lingkungan di areal tersebut sudah sangat parah. Aliran sungai yang dipakai untuk proses pengayakan tanah dan batu guna mencari bijih emas telah menyebabkan keruhnya sungai dan merusak ekosistem.
"Jadi biar masyarakat melihat dan mendengar langsung. Kami dari Pemkab Muratara sangat serius menangani ini. Cuma kadang tidak semua bisa selesai di level Bupati. Sudah kita minta dihentikan, sudah kita larang, tapi tidak diindahkan," tegas Devi.
BACA JUGA:Rumah Diduga Gudang BBM Milik Oknum TNI di Prabumulih Terbakar, 47 Drum dan Mobil Hangus
Ia menambahkan, aktivitas PETI di Ulu Rawas ini sudah berlangsung lama dan semakin masif. Keberadaan alat berat baru menjadi bukti bahwa aktivitas tersebut terus berkembang.
Menurut Devi, tidak ada toleransi bagi pelaku tambang ilegal yang merusak lingkungan hidup. Ia memastikan akan membawa persoalan ini ke ranah penegak hukum.
"Saya tidak akan memberi toleransi terhadap tambang emas ilegal ini. Lingkungan hidup di sini sudah hancur. Persoalan ini akan segera saya laporkan agar ditindak sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.
Warga berharap sidak langsung Bupati Muratara ini menjadi awal penertiban total aktivitas PETI yang selama ini meresahkan dan merusak Sungai Rawas sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: