Merasa Dikriminalisasi, Pemilik Truk di Muratara Pertanyakan Status Tersangka Kasus Bus ALS
Merasa Dikriminalisasi, Pemilik Truk di Muratara Pertanyakan Status Tersangka Kasus Bus ALS--
LINGGAUPOS.CO.ID - Penetapan tersangka dalam kasus kecelakaan maut Bus ALS kontra truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berbuntut panjang. Salah satu pihak yang ditetapkan tersangka, pemilik truk bernama Shandi, angkat bicara dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.
Shandi secara tegas mempertanyakan dasar penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Polres Muratara dalam perkara yang menewaskan 19 orang tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Shandi saat diwawancarai pada Senin, 3 Agustus 2026.
“Saya merasa dizalimi dan dikriminalisasi. Saya mempertanyakan atas dasar apa saya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini,” ujar Shandi.
BACA JUGA:Update Kecelakaan Maut 19 Tewas di Muratara: Pemilik Truk Tangki dan Direktur PT ALS Jadi Tersangka
Kronologi Kecelakaan Maut Bus ALS di Karang Jaya
Kecelakaan maut yang menjadi sorotan publik ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Muratara.
Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi bertabrakan dengan truk tangki. Benturan keras membuat kedua kendaraan ringsek dan mengakibatkan sedikitnya 19 penumpang meninggal dunia, serta belasan lainnya luka-luka.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, bus diduga berusaha menghindari lubang di badan jalan hingga masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk yang datang dari arah berlawanan.
BACA JUGA:BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan untuk Sopir Truk Tangki yang Tabrakan dengan Bus ALS
Klaim Truk Lengkap dan Berada di Jalur Benar
Shandi membantah jika pihaknya lalai. Ia mengklaim armada truk miliknya sudah memenuhi semua persyaratan administrasi dan laik jalan.
Menurutnya, semua dokumen kendaraan lengkap, mulai dari perizinan hingga uji kelayakan KIR, dan kondisi truk dalam keadaan layak jalan saat kejadian.
Ia juga memiliki versi kronologi berbeda. Menurut Shandi, truk miliknya justru berada di jalurnya. Truk disebut sedang berusaha menghindari bus dari arah berlawanan yang keluar jalur, namun nahas Bus ALS dari belakang menabrak bagian belakang truk hingga terjadi kecelakaan fatal.
BACA JUGA:3 Jenazah Korban Bus ALS dan Truk Tangki Belum Terindentifikasi, 11 Orang Diserahkan ke Keluarga
“Truk kami di jalur yang benar. Fakta ini yang harus diuji secara objektif,” katanya.
Siap Tempuh Jalur Hukum dan Praperadilan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: