Glowing atau Gambling? Fenomena DIY Bodycare di Era Serba Instan

Glowing atau Gambling? Fenomena DIY Bodycare di Era Serba Instan

Glowing atau Gambling--

LINGGAUPOS.CO.ID- Ketika obsesi kulit bening, algoritma media sosial, dan kimia tubuh bertabrakan di atas meja dapur.

Di tengah maraknya konten kecantikan di media sosial, tren perawatan kulit buatan sendiri atau Do-It-Yourself (DIY) terus mendapat perhatian luas. 

Jika sebelumnya perawatan rumahan hanya identik dengan bahan alami seperti madu atau irisan timun, kini sebagian orang mulai mencoba meracik produk bodycare sendiri tanpa pengetahuan yang memadai. 

Dengan keyakinan yang tinggi namun pemahaman ilmiah yang terbatas, tidak sedikit yang menggunakan peralatan dapur sebagai pengganti alat laboratorium sederhana. 

BACA JUGA:5 Model Teras Rumah Klasik Modern Terbaru, Bikin Hunian Tampak Mewah dan Elegan

Popularitas racikan DIY tidak dapat dilepaskan dari keinginan memperoleh hasil cepat dengan biaya terjangkau. 

Paparan konten media sosial yang terus-menerus turut berkontribusi pada pembentukan standar kecantikan yang kerap sulit dicapai. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemasaran di media sosial dapat memengaruhi minat konsumen terhadap produk perawatan kulit, meskipun faktor lain seperti kondisi ekonomi dan preferensi pribadi juga turut berperan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan penting: Apakah eksperimen DIY bodycare benar-benar menjadi solusi praktis untuk mendapatkan kulit yang diinginkan, atau justru menjadi tindakan berisiko yang dapat membahayakan kesehatan kulit dalam jangka panjang?

BACA JUGA:Mitos vs Fakta: Benarkah Infus Whitening Bisa Mengubah Warna Kulit Secara Permanen?

Beberapa racikan DIY yang beredar di media sosial dapat melibatkan bahan aktif mentah, bahan dapur yang bersifat asam atau basa, bahkan obat yang seharusnya digunakan secara terbatas dan di bawah pengawasan tenaga medis. Berikut adalah tiga kategori bahan yang perlu diwaspadai:

Bahan Aktif Mentah yang Dibeli secara Daring — Penggunaan bahan aktif dalam konsentrasi tinggi tanpa formulasi yang tepat dapat menimbulkan risiko iritasi. 

Asumsi bahwa semakin tinggi kadar maka semakin cepat hasilnya tidak sesuai dengan prinsip ilmu formulasi kosmetik.

• Bahan Dapur dengan pH Ekstrem (Perasan Lemon, Baking Soda, Cuka Apel) — Bahan-bahan ini dianggap aman karena dapat dikonsumsi, namun sistem pencernaan dan lapisan kulit memiliki karakteristik biologis yang berbeda. Penggunaan langsung pada kulit dapat mengganggu keseimbangan pH alami kulit.

BACA JUGA:5 Tips Menata Taman Depan Rumah Sederhana agar Estetik, Asri dan Meningkatkan Nilai Hunian

Penyalahgunaan Produk Medis (Krim atau Salep Berbahan Steroid) — Obat keras seperti salep steroid dirancang untuk penggunaan terbatas di bawah pengawasan dokter. Penggunaannya secara mandiri dalam jumlah besar dan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang serius.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: