Siap-siap! Tabung Gas LPG 3 Kg Diganti dengan CNG, Apa Bedanya
Berbeda dengan LPG yang berasal dari penyulingan minyak bumi dan berbentuk cair, CNG adalah gas alam yang tetap dalam fase gas.--
LINGGAUPOS.CO.ID- Masyarakat Indonesia bersiaplah, pemerintah berencana menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg.
Ditenggah tingginya penggunaan gas LPG 3 Kg oleh masyarakat Indonesia, Pemerintah mulai memanfaatkan CNG sebagai alternatif penggantinya.
Bahkan saat ini, pemerintah tengah melakukan uji coba penggunaan CNG dalam tabung berukuran 3 Kg yang secara fungsi ditujukan untuk menggantikan LPG.
Hal ini sebagaimana yang diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Ia menyebut ongkos CNG lebih murah dibanding LPG.
BACA JUGA:Tak Ucapkan Duka Cita, Akun Instagaram ALS Disemprot Netizen
“Untuk yang 3 kilogram ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30 sampai 40 persen,” ujarnya baru-baru ini dikutip LINGGAUPOS.CO.ID pada Kamis, 7 Mei 2026.
Adanya pengembangan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan beban impor energi sekaligus memanfaatkan sumber daya gas domestik.
Mengapa CNG Menjadi Pengganti LPG 3 Kg?
Untuk diketahui, CNG merupakan bahan bakar yang berasal dari gas alam, terutama yang mengandung metana (C1), yang dimampatkan hingga bertekanan tinggi agar lebih mudah disimpan dan digunakan.
BACA JUGA:Ratusan Rumah di Musi Rawas Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Umumnya CNG digunakan sebagai bahan bakar kendaraan (bus, truk) serta bahan bakar di sektor industri dan rumah tangga.
Berbeda dengan LPG yang berasal dari penyulingan minyak bumi dan berbentuk cair, CNG adalah gas alam yang tetap dalam fase gas.
Langkah mengganti LPG menjadi CNG muncul dikarenakan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor elpiji serta adanya visi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Kementerian ESDM mencatat konsumsi elpiji nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Namun, produksi domestic hanya berkisar 1,6 juta hingga 1,7 juta ton, sehingga sebagian besar kebutuhan masih bergantung pada impor.
BACA JUGA:Kapolres Lubuk Linggau Turun ke RSUD Siti Aisyah, Pantau Penanganan Jenazah Korban Tabrakan Bus ALS
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: