17 Kecelakaan Saat Arus Mudik di Sumatera Selatan, 3 Meninggal Dunia, Pengendara Diminta Waspada
17 Kecelakaan Saat Arus Mudik di Sumatera Selatan, 3 Meninggal Dunia Saat Arus Mudik Lebaran 2026--
LINGGAUPOS.CO.ID - Terjadi 17 kecelakaan dan 3 korban meninggal dunia, selama arus mudik sampai dengan Senin 16 Maret 2026.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyoroti data kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 di berbagai jalur mudik Sumatera Selatan ini.
Data sementara dari 17 kecelakaan itu, bukan hanya 3 meninggal dunia, namun 7 orang luka berat, dan 18 orang luka ringan, dengan total kerugian material mencapai sekitar Rp579.500.000.
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa data tersebut menjadi perhatian serius seluruh jajaran kepolisian yang terlibat dalam pengamanan arus mudik Lebaran.
BACA JUGA:Polda Sumsel Tutup Jalur Mudik Jambi Palembang, Dialihkan Lewat Lubuk Linggau
“Setiap kejadian kecelakaan harus menjadi bahan evaluasi bersama. Saya meminta seluruh Kapolres dan satgas meningkatkan patroli di jalur rawan kecelakaan serta memastikan pengamanan jalur mudik berjalan maksimal,” tegas Kapolda Sumsel.
Selain peningkatan patroli, Kapolda juga memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan kendaraan besar bersumbu tiga atau lebih yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik di jalur utama Sumatera Selatan.
Menurut Kapolda, kendaraan angkutan barang berskala besar harus mematuhi kebijakan pembatasan operasional yang telah ditetapkan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Kendaraan besar seperti truk bersumbu tiga harus mematuhi aturan pembatasan operasional yang berlaku. Kebijakan ini bertujuan menjaga keselamatan pemudik serta mencegah kemacetan dan kecelakaan di jalur utama,” ujar Kapolda.
BACA JUGA:Daftar Ruas Tol yang Terapkan Diskon 30 Persen untuk Lebaran Idul Fitri 2026, Catat
Operasi Ketupat Musi 2026 yang dilaksanakan oleh Polda Sumatera Selatan merupakan bagian dari operasi kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H.
Dalam laporan harian tersebut, seluruh satuan tugas operasi tercatat telah menjalankan 822 kegiatan melalui sistem Early Warning System (EWS) serta 2.972 kegiatan preemtif dan preventif di lapangan.
Kegiatan tersebut meliputi patroli lalu lintas, pengaturan arus kendaraan, pengamanan simpul transportasi, hingga edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Peningkatan Mobilitas Masyarakat
BACA JUGA:4 Tips Menghilangkan Lemak Daging Sapi, Sajian Idul Fitri Jadi Lebih Sehat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: