Momen Toleransi, Warga Muhammadiyah dan Umat Katolik Tahun ini Mulai Ibadah Puasa Bareng
Moment toleransi Puasa Ramadan dan Rabu Abu--instagram harian disway
LINGGAUPOS.CO.ID – Ibadah puasa 2026 ini, menjadi momen toleransi antar umat beragama di Indonesia. Seperti Imlek dan Ramadan dan Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan.
Namun banyak yang belum mengetahui, kalau Rabu 18 Februari 2026, warga Muhammadiyah dengan umat Katolik, sama-sama memulai puasa atau bisa disebut puasa bareng.
Seperti diketahui Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu 18 Februari 2026, yang bertepatan dengan perayaan Rabu Abu yang menandai awal Masa Prapaskah bagi umat Katolik.
Bagi Muslim, awal Ramadhan menjadi tanda dimulainya ibadah puasa sebulan penuh. Sementara bagi umat Katolik, Rabu Abu membuka rangkaian 40 hari masa pertobatan menuju Paskah.
BACA JUGA:Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Lapas Narkotika Muara Beliti Berikan Remisi Khusus kepada WBP
Momen puasa bersama ini menjadi simbol kuat toleransi antar umat beragama di Indonesia dengan menjalankan ibadah di hari yang sama dengan semangat spiritualitas yang serupa.
Makna Rabu Abu
Menurut Kementerian Agama (Kemenag) dalam Gereja Katolik, Perayaan Ekaristi (Misa) Rabu Abu sebagai tanda memulai masa Prapaskah atau masa pantang dan puasa.
Setelah merayakan Ekaristi dengan mengoleskan abu pada dahi, umat Katolik akan menjalani masa Prapaskah selama 40 hari.
Pada perayaan Rabu Abu, abu berasal dari daun palma yang telah diberkati di hari Minggu Palma pada tahun sebelumnya yang dibakar.
BACA JUGA:Besok Puasa, ini Jadwal Imsakiyah Ramadan Muhammadiyah di Lubuk Linggau
Abu berbentuk tanda salib itu dioleskan ke kening dan tidak perlu dipakai sepanjang hari.
Abu boleh dibasuh setelah Misa. Namun, banyak orang yang tetap memakai abunya sebagai kenang-kenangan hingga malam hari.
Muhammadiyah Tetapkan Puasa
Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini berdasarkan perhitungan hisab hakiki dan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) tanpa menunggu pengamatan hilal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: