Pengakuan Oknum TNI yang Tembak Mati Kapolsek dan 2 Anggota di Arena Sabung Ayam Lampung

Pengakuan Oknum TNI yang Tembak Mati Kapolsek dan 2 Anggota di Arena Sabung Ayam Lampung

Foto Kopda Basarsyah yang diperlihatkan dalam pers rilis di Polda Lampung--

LINGGAUPOS.CO.IDOknum TNI yang melakukan penembakan terhadap 3 polisi, termasuk Kapolsek, resmi ditetapkan sebagai tersangka, yakni Kopda Basarsyah.

Tepatnya penembakan di arena sabung ayam, di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Senin, 17 Maret 2025.

Penembakan ini menyebabkan tewasnya Kapolsek Negara Batin AKP (anumerta) Lusiyanto, Aipda (anumerta) Petrus Apriyanto dan Briptu (anumerta) Ghalib Surya Ganta. 

Ws Danpuspom TNI, Mayor Jenderal TNI Eka Wijaya Permana, menjelaskan bahwa Kopda Basarsyah ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu 23 Maret 2025.  

BACA JUGA:Kasus Penembakan 3 Polisi di Sabung Ayam Lampung Belum Ada Tersangka, Ini Pesan Hotman Paris Untuk Panglima

Bahkan ditegaskan Mayor Jenderal TNI Eka Wijaya Permana, menjelaskan Kopda Basarsyah telah mengakui perbuatannya menembak mati ketiga korban.

Dijelaskannya, tersangka Kopda Basarsyah saat ini ditahan di Denpom II/3 Bandar Lampung. Serta diancam melanggar Pasal 340 juncto 338 KUHP, yang berkaitan dengan pembunuhan berencana dan pembunuhan. 

Selain itu, karena senjata yang digunakan adalah senjata pabrikan tetapi bukan senjata organik militer, ia juga akan dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Darurat. 

Sementara itu, oknum TNI lainnya, yakni Peltu Lubis pula jadi tersangka. Namun ia disangkakan kasus perjudian, atau melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian. 

BACA JUGA:Kapolda Lampung Ungkap Detik-detik Kapolsek dan Anggota Ditembaki Usai Bubarkan Sabung Ayam

Mayor Jenderal Eka Wijaya Permana menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja secara profesional dalam menangani kasus ini. 

“Percayalah rekan-rekan sekalian, kami akan bekerja dengan profesional,” ujarnya dalam konferensi pers di Polda Lampung, Selasa 25 Maret 2025. 

Sebelumnya terkait masalah ini, keluarga ketiga korban penembakan diduga dilakukan oknum anggota TNI itu mengadu ke Tim 911 Hotman Paris.

Dikutip dari akun instagram @hotmanparisofficial, Hotman Paris menceritakan keluarga korban penembakan maupun masyarakat menghubungi Tim Hotman 911.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: