Apa Itu Sidang Isbat Jelang Ramadan? Penting Untuk Diketahui, Ini Sejarah dan Tahapannya

Sejarah Sidang Isbat-Ilustrasi-freepik.com
LINGGAUPOS.CO.ID- Berikut adalah pengertian, sejarah serta tahapan pada sidang isbat jelang Ramadan yang mungkin banyak orang belum pahami.
Menjelang puasa Ramadan 1446 Hijriah/ 2025 Masehi, salah satu kalimat yang sering terdengar adalah sidang isbat.
Lantas, apa sebenarnya pengertian dari sidang isbat, sejarah dan bagaimana tahapannya. Simak ulasan ini hingga akhir untuk memahaminya.
Seperti diketahui bahwa sidang isbat biasanya digunakan untuk menentukan awal puasa Ramadan. Sidang isbat juga dilakukan untuk menentukan awal bulan kalender Hijriah, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
BACA JUGA:Mendekati Ramadan, Warung di Tugumulyo Musi Rawas Digerebek Polisi
Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), isbat artinya penetapan dan penentuan. Sehingga sidang isbat adalah sidang yang dilakukan untuk menetapkan atau menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah.
Di Indonesia, sidang isbat dilakukan untuk menentukan kapan umat islam akan memulai ibadah puasa Ramadan.
Sejarah Pelaksanaan Sidang Isbat
Sejarah mengenai sidang isbat tercantum dalam tulisan berjudul Kilas Balik Penetapan Awal Puasa Dan Hari Raya di Indonesia oleh Moh Iqbal Tawakal, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pelaksana Lanjutan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Tangerang.
BACA JUGA:RAM Lebih Besar! Oppo Reno 13 FS Resmi Rilis, Jadi Kembaran HP 13F 5G
Sebelum Indonesia merdeka, penetapan untuk awal bulan Qamariyah antar ormas Islam tidak dilakukan melalui sidang isbat.
Namun saat itu, awal Ramadan hingga Idul Fitri ditentukan oleh masing-masing ketua adat. Setiap ketua mempunyai perhitungan masing-masing, di mana awal Ramadan dan Idul Fitri sering berbeda antara satu wilayah.
Lantas pada 4 Januari 1946, Kementerian Agama ditunjuk untuk menentukan Idul Fitri dan Idul Adha. Mulanya ketetapan tersebut tidak dapat diikuti seluruh umat islam hingga pemerintah membentuk Badan Hisab Rukyat (BHR) pada 16 Agustus 1972.
Nah, BHR ini memiliki fungsi untuk menyeragamkan pemahaman dan penentuan tanggal 1 pada bulan Hijriah.
BACA JUGA:Jelang Bulan Suci Ramadan 1446 H, Lapas Lubuk Linggau Gelar Rapat Dinas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: