Heboh! Puluhan Kerbau Mati Mendadak di OKI, Diduga Diserang Penyakit Ngorok, Adakah Bahaya Bagi Manusia

Heboh! Puluhan Kerbau Mati Mendadak di OKI, Diduga Diserang Penyakit Ngorok, Adakah Bahaya Bagi Manusia

Puluhan kerbau mati mendadak di OKI, diduga diserang penyakit ngorok.--Freepik

LINGGAUPOS.CO.ID - Puluhan ekor kerbau tiba-tiba mendadak mati di Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam dan Desa Tanjung Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).

Diambil dari berbagai sumber yang dikutip pada Selasa, 16 April 2024, hewan ternak tersebut diduga mati terserang penyakit septicaemia epizootica atau penyakit ngorok.

Drh Jafrizal selaku Ketua Persatuan Dokter Hewan (PDHI) Sumsel menjelaskan puluhan kerbau tersebut mati mendadak diduga terserang penyakit ngorok.

Peristiwa tersebut diketahui sama seperti kejadian di Musi Rawas Utara serta Empat Lawang.

BACA JUGA:Soal Pembatalan SK Pelantikan 186 Pejabat Musi Rawas, Bupati Buka Suara, Jawabannya Bikin Kaget

"Dari informasi yang kita terima memang ada puluhan hewan kerbau di OKI mati mendadak akibat penyakit ngorok, kejadian ini sama seperti di Musi Rawas Utara dan Empat Lawang. Para peternak kerbau harus cepat melakukan pemisahan antara hewan yang sehat dengan yang sakit," kata Jafrizal.

Lebih lanjut, Jafrizal menjelaskan penyakit ngorok pada kerbau tersebut banyak terjadi pada musim hujan, serta gejala klinis hewan yang terinfeksi seperti demam tinggi, lesu, hipersalivasi, batuk dan suara mendengkur yang kerap sulit dibedakan dengan penyakit lainnya.

Dalam mengatasi penyebarannya tersebut, Jafrizal mengatakan pemerintah harus cepat melakukan vaksinasi.

"Ini harus gerak cepat agar penyakit tidak menyebar segera melakukan vaksinasi terhadap kerbau yang sehat," ungkapnya.

BACA JUGA:Tenggelam 4 Hari di Sungai, Pria di Palembang Ditemukan Tewas Diduga Mabuk Miras, Begini Kejadiannya

Selain itu, Jafrizal juga menjelaskan usia kerbau yang mati mendadak ini kebanyakan kerbau yang usianya sudah dewasa maupun anak-anak.

"Bobotnya diperkirakan mencapai 400 hingga 500 kilogram kerbau yang mati juga dagingnya tidak boleh di potong dan dimakan," tegasnya.

Sementara itu, Ruzuan Effendi selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel menyebut kasus kematian kerbau ini terjadi sejak beberapa waktu yang lalu.

Seperti pada pertengahan 2023 lalu, kerbau mati mendadak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: