Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel di RI akan Meningkat usai Serangan Rudal Iran, Simak Cara Ceknya

Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel di RI akan Meningkat usai Serangan Rudal Iran,  Simak Cara Ceknya

Konflik antara Israel dan Iran semakin memanas.--Instagram @bisnisindonesia_id

LINGGAUPOS.CO.ID – Konflik antara Israel dan Iran semakin memanas seusai Garda Revolusi dari Iran atau Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) mengirim serangan rudal ke Israel sebagai balasan hancurnya konsulat Iran di Damaskus, Suriah.

Diambil dari berbagai sumber yang dikutip pada Selasa, 16 April 2024, Gusdurian dan alumni Eisenhower Fellowships Indonesia Alissa Wahid menyebut secara sosial politik, sikap Iran sangat dapat diprediksi lantas sebelumnya utusan Iran di PBB sudah mengirim surat pada DK PBB untuk mengutuk serangan Israel, namun tak dilakukan.

"Makanya kemarahan Iran itu diwujudkan dengan situasi saat ini," jelasnya dalam webinar Eisenhower Fellowships Indonesia.

Selain itu, Alissa juga menilai hal tersebut dapat memberi dampak negatif dari sisi ekonomi, namun dapat memberi dampak positif untuk posisi sosial politik Indonesia terhadap Iran.

BACA JUGA:Mobil Pemudik Asal Tugumulyo Terbakar di Jalur Musi Rawas – PALI, ini yang Dilakukan Polisi

Oleh sebab itu, dengan perlawanan Iran terhadap Israel ini, orang muslim di Indonesia akan menganggap Iran sebagai pahlawan untuk Palestina.

Terlebih lagi, pada saat ini sudah ramai umat Muslim yang sangat ingin Palestina dibela.

"Untuk Indonesia secara politik tidak punya dilema, karena Indonesia selalu berada di sisi membela Palestina dan berseberangan dengan Israel," ungkapnya

Terkait dengan ekonomi saat ini, posisi Israel yang menyerang Iran sebagai negara Muslim, justru dapat kembali memunculkan aksi boikot produk terafiliasi Israel yang dampaknya cukup besar di Indonesia.

BACA JUGA:Pelantikan 186 Pejabat Musi Rawas Langgar SE Mendagri, Pemerintah Keliru, Salah Penafsiran, Kok Bisa Ya

"Banyak perusahaan yang dituduh masuk menjadi pendukung itu dan kemudian mengalami penurunan omzet, bisnis, dan lain-lain, itu yang akan kita hadapi juga dampak dari sini. Semoga Indonesia mengalami dampak positif dari sisi sosial politiknya dan juga peran Indonesia untuk perdamaian dan kestabilan kawasan Timur Tengah bisa diperkuat dengan posisi Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Dino Patti Djalal selaku Mantan Dubes Indonesia untuk AS dan pendiri FPCI menyebut juga bahwa dalam konflik ini, Indonesia dapat menggunakan posisinya yang mempunyai kontak bilateral yang erat dengan Iran.

"Indonesia ke Israel tidak ada akses, tapi kita punya hubungan dengan Iran. Jadi gunakan itu, Menteri Luar Negeri keluarkan statement deskalasi bisa saja, tapi bisa juga bilang ke Iran dengan kontak bilateral itu untuk menahan diri agar tak perlu melakukan serangan lainnya," ujarnya.

Sejalan juga dengan instruksi dari MUI, sebelumnya Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) sudah membuat 10 daftar perusahaan multinasional yang direkomendasikan untuk diboikot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: