Catat Ini, Gus Baha Beri Cara Ampuh untuk Terhindar dari Maksiat, Simak Apa Saja

Catat Ini, Gus Baha Beri Cara Ampuh untuk Terhindar dari Maksiat, Simak Apa Saja

Cara ampuh terhindar dari maksiat.--Freepik

LINGGAUPOS.CO.ID – Ada cara yang sangat ampuh yang juga mudah sekali agar kamu bisa terhindar dari maksimat menurut Gus Baha.

Diambil dari berbagai sumber yang dikutip pada Jumat, 12 April 2024, ulama kharismatik yang juga merupakan murid dari almarhum KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen ini mempunyai cara mudah agar seseorang bisa terlepas dari maksiat.

"Bayangkan kalau besok itu pasti mati. Maka latihannya harus gitu bayangkan besok itu pasti mati, berarti itu hari terakhir kamu," kata Gus Baha dalam sebuah pengajian yang diunggah di Youtube short akun @khairazzaadittaqwa.

Menurut Gus Baha dengan cara seperti itu, apabila hari tersebut melakukan maksiat, maka dirimu akan merasa malu.

BACA JUGA:Simak Ini 5 Hal yang Dilarang saat Hari Raya Idul Fitri: Jangan Berpenampilan Berlebihan

Selain itu juga, orang akan berpikir seperti masa iya terakhir hidup masih terus melakukan maksiat.

"Masa hari hari terakhir hidup maksiat, kan malu, habis maksiat mati waduh malunya," kata Gus Baha.

Kemudian, Gus Baha juga memberikan pendapatnya, jika sholat yang dilakukan juga sebagai sholat terakhir, maka orang akan melakukan sholat dengan terbaik.

"Bayangkan akhirat itu besok kamu pertemuan terakhir dengan anak istri, sholat juga tenanan karena ini sholat terakhir, sehingga kalau mau maksiat itu takut seperti ini. Jangan jangan ini kehidupan terakhir," kata Gus Baha.

BACA JUGA:Begini 5 Keutamaan Lebaran Idul Fitri Bagi Umat Islam, Jarang Orang Ketahui: Sangat Spesial

Adapun pada unggahan lainnya, Gus Baha juga menjelaskan orang yang mempunyai akal merupakan orang yang dapat menikmati sesuatu yang baik.

Seperti yang dicontohkannya, apabila seseorang punya anak pertama atau anak yang masih kecil tersebut pasti digendong-gendong itu senangnya luas biasa.

"Bukan main melihat anak sehat itu senangnya, bukan main," ujarnya.

Mengenai persoalan tersebut Gus Baha membandingkannya antara kenikmatan maksiat dengan kenikmatan kebaikan, selayaknya menggendong anak yang baru lahir dengan berbuat maksiat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: