BRIN Beri Peringatan IKN Bakal Dilanda Banjir Pada Pertengahan 2024, Begini Informasinya

BRIN Beri Peringatan IKN Bakal Dilanda Banjir Pada Pertengahan 2024, Begini Informasinya

BRIN Beri Peringatan IKN Bakal Dilanda Banjir Pada Pertengahan 2024, Begini Informasinya--instagram: ikn_id

IKN, LINGGAUPOS.CO.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beri peringatan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal mengalami kebanjiran pada pertengahan 2024, berikut informasi selengkapnya.

Seorang Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN yakni Eddy Hermawan memberi peringatan bahwa adanya potensi banjir di Pulau Kalimantan, salah satunya di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia mengatakan jika hal itu dapat terjadi dikarenakan pergerakan semu matahari saat berada di garis khatulistiwa atau ekuinoks.

“Ketika matahari mulai bergeser ke ekuator, maka yang kemungkinan terjadi banjir kawasan ekuator, salah satunya IKN, siap-siap diguyur basah,” ujarnya.

BACA JUGA:Petani di OKU Selatan Rudapaksa Anak Tiri, Terungkap dari Hasil DNA

Lantas apa itu Ekuinoks. Perlu diketahui Ekuinoks adalah fenomena astronomis ketika lintasan semu harian matahari berada tepat di garis khatulistiwa atau ekuator bumi.

Fenomena ini akan terjadi dua kali dalam setahun yakni pada 21 Maret dan 23 September.

Eddy kemudian juga menuturkan jika lamanya hujan saat fenomena ekuinoks berlangsung maksimal tiga hari, namun rata-rata hanya dua hari saja, dimana hujan turun saat matahari menjelang ke garis ekuator bumi.

Selain itu, menurutnya pula jika ekuinoks ini terjadi pada 21 Maret 2024, maka hujan diperkirakan mulai turun pada tanggal 15 atau 16 Maret 2024.

BACA JUGA:Jangan Anggap Sepele, Ketahui 6 Efek buruk Akibat Kebanyakan Tidur Bagi Kesehatan Tubuh

Untuk, ia Eddy mengatakan jangan kaget jika nanti wilayah disana seperti Samarinda, Balikpapan dan IKN mulai terendam banjir.

“Nanti jangan kaget Samarinda banjir, Balikpapan banjir, IKN mulai terendam. Jangan kaget karena siklusnya memang begitu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ini siklus (hujan) normal,” jelasnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa Monsun mengikuti angin dan angin mengikuti matahari. Ketika matahari menuju garis ekuator, kata dia, artinya pusat tekanan rendah digeser ke bagan tengah bumi.

Kondisi tersebut akan membuat massa uap air yang berasal dari berbagai wilayah, seperti di Australia akan diarahkan ke garis ekuator membuat hujan mengguyur Pulau Kalimantan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: