Dehidrasi Salah Satu Penyebab Darah Rendah dan Beberapa Hal Lainnya, Berikut Cara Mengatasinya

Dehidrasi Salah Satu Penyebab Darah Rendah dan Beberapa Hal Lainnya, Berikut Cara Mengatasinya

Dehidrasi Salah Satu Penyebab Darah Rendah dan beberapa hal lainnya, Berikut Cara Mengatasinya--

LINGGAUPOS.CO.ID - Ketahui hal ini yang menyebabkan tekanan darah rendah, serta cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasinya. 

Pada dasarnya tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHG. Sehingga saat tekanan darah berada di bawah rentang tersebut.

Maka seseorang dapat dikatakan menderita tekanan darah rendah ditandai dengan gejala seperti, kelelahan, pusing, atau sakit kepala ringan.

mual, penurunan kesadaran, pandangan kabur, kurang konsentrasi bahkan bisa pingsan. Hipotensi umumnya tidak berbahaya dan dapat dialami oleh siapa saja.

BACA JUGA:Setiap Hari, Terjadi 10 Karhutla di Muratara, Pelaku Diancam Denda Miliar Rupiah

Pada orang yang sehat, tekanan darah rendah tanpa disertai gejala yang mengganggu maka hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah dan tidak perlu diobati.

Kendati demikian, pada beberapa kasus tekanan darah rendah yang terjadi tiba-tiba bisa menjadi masalah serius, atau menjadi pertanda dari suatu penyakit yang sedang diderita,

terutama bagi orang tua. Dan dampaknya bisa membahayakan keselamatan jiwa. Meski demikian Tekanan darah dapat berubah sepanjang waktu,

tergantung kondisi dan aktivitas yang dilakukan tiap orang. Kondisi tersebut termasuk suatu hal yang normal, karena tekanan darah juga dipengaruhi oleh banyak factor, termasuk pertambahan usia dan keturunan.

BACA JUGA:Anda Ingin Menjadi Vokalis? Berlatihlah Vokal Sebelum Tampil, ini Tipsnya

Nah, selain itu, tekanan darah rendah juga bisa disebabkan oleh kondisi atau penyakit tertentu, LINGGAUPOS.CO.ID mengutip laman kemkes.go.id, yaitu sebagai berikut;

Penyebab Tekanan Darah Rendah

Konsumsi obat-obatan tertentu

Perlu diketahui, bahwa beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek menurunnya tekanan darah, diantaranya adalah seperti, furosemide, atenolol, propranolol, levodopa, dan sildenafil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kemkes.go.id