Asal Usul Tari Silampari, 7 Bidadari Turun Mandi, Si Bungsu Menikah dengan Pemuda Asal Curup di Musi Rawas

Asal Usul Tari Silampari, 7 Bidadari Turun Mandi, Si Bungsu Menikah dengan Pemuda Asal Curup di Musi Rawas

Sejarah Tari Silampari -Dokumen-LINGGAUPOS.CO.ID

MUSI RAWAS, LINGGAUPOS.CO.ID – Tari Silampari sering kali ditampilkan pada pesta pernikahan di Kabupaten Musi Rawas mupun Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 

Tari Silampari menurut cerita rakyat Musi Rawas berasal dari Desa Rempuding di pinggiran Sungai Kati. 

Saat ini daerah tersebut disebut orang Muara Kati Lama. Konon menurut cerita, di Desa Rempuding terdapat seorang pemuda perantau dari daerah Rejang curup Bengkulu.

Pemuda bernama Bereghes itu dikenal tekun dan hidupnya dalam kesederhanaan.

BACA JUGA:Dusun Teluk Kuala Suka Rami, Asal Mula Nama Ibukota Musi Rawas, Terdapat Keramat Metau, Ini Sejarahnya  

Dikutip dari buku cerita rakyat Kabupaten Musi rawas, suatu hari Bereghas pergi ke hutan mencari tempat yang baik untuk dijadikan tempat berkebun.

Namun di tengah perjalanan, dia mendengar suara riuh renyah canda suara-suara wanita. 

Dalam benak Bereghas, berfikir, mungkinkan di tengah hutan banyak wanita?

Karena penasaran, Berenghas mengendap-endap mendekati arah suara riuh yang dia dengar. 

BACA JUGA:Sejarah Desa Tanah Periuk Musi Rawas, Bering Kecik Pendekar Sakti dari Bengkulu, Kalah Perang Dihianati Istri

Berenghas sempat kaget ketika melihat di tengah hutan terdapat telaga kecil yang airnya sangat jernih. 

Berenghas melihat tujuh orang gadis berparas elok turun ke telaga hendak mandi.

Terpesonalah berenghas, diperhatikannya lah dengan seksama ketujuh gadis tersebut.

Gadis termuda ternyata memiliki paras paling cantik diantara mereka. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: