Mantan Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Mantan Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Wahyu Setyo Pranoto--RMOL

MALANG, LINGGAUPOS.CO.ID – Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, ditetapkan sebagai satu dari enam orang tersangka, dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan 131 orang meninggal dunia.

Di Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto merupakan orang baru, setelah tiga bulan yang lalu tepatnya Juli 2022 dirinya resmi dilantik sebagai Kabag Ops menggantikan Kompol I Made Prawira Wibawa. 

Wahyu sebelum Kabag Ops sebagai Pamen Polda Jawa Timur dan pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres OKU dan Kasat Reskrim Polres Musi Rawas.

Pelantikan Wahyu dipimpin langsung oleh AKBP Ferli Hidayat saat menjabat Kapolres Malang sebelum dicopot imbas tragedi Kanjuruhan.

BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan : FIFA dan AFC Akan Datang ke Indonesia

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan, ada enam tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan Malang. Enam tersangka itu, mulai dari panitia pelaksana hingga anggota kepolisian.

“Kami menetapkan enam tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” terang Kapolri Kamis 6 Oktober 2022 malam.

Keenam tersangka yaitu, Direktur PT LIB AHL, Ketua Panitia Penyelenggara Dari Pertandingan di Stadion Kanjuruhan AH.

Kemudian Security Office SS, Kabag Ops Polres Malang Wahyu S, Brimob Polda Jatim H, dan Kasat Samapta Polres Malang TSA.

BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan : Jokowi Minta Sepak Bola Indonesia Berbenah

Kapolri juga menjelaskan, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto sebenarnya mengetahui adanya regulasi statuta FIFA terkait dengan larangan penggunaan gas air mata.

“Namun yang bersangkutan tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata pada saat pengamanan,” kata Kapolri saat menyampaikan keterangan pers di Mapolres Malang, Jawa Timur, dikutip dari rmol.

Selain itu, pada saat pertandingan antara Arema dengan Persebaya di stadion Kanjuruhan, Wahyu juga tidak lagi melakukan pengecekan langsung terkait dengan perlengkapan yang dibawa oleh personel. 

Para tersangka dijerat dengan pasal 359 dan 360 KUHP, dan pasal 103 KUHP junto pasal 52 UU 11/2022 Tentang Keolahragaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: