Pengakuan Mbah Slamet yang Rudapaksa Gadis Desa

Pengakuan Mbah Slamet yang Rudapaksa Gadis Desa

LINGGAUPOS.CO.ID Mbah Slamet (50) warga Desa Pagar Ayu Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas ditangkap Tim Landak dan Unit PPA Sat Reskrim Polres Musi Rawas, karena merudapaksa seorang gadis desa. 

Pengakuannya, ia nafsu. Sementara tidak bisa menyalurkan hasratnya, karena istrinya meninggal dunia. Bahkan baru 100 hari, saat kejadian rudapaksa

"Nafsu Pak," katanya saat ditanya Kasi Humas Polres Musi Rawas AKP H Purwono Jaya, Jumat (29/7/2022). 

Ia pun bercerita sudah dua kali menikah. Istri pertama meninggal dunia, tak lama setelah Gempa Bengkulu. "Setelah melihat orang tuanya di Bengkulu karena gempa, kemudian kena demam berdarah meninggal," katanya. 

BACA JUGA:Tahapan Pemilu 2024 Pendaftaran Dibuka 1 Agustus

Dengan istri pertama itu, ia memiliki seorang anak laki-laki. Sementara dengan istri kedua tidak ada anak. "Yang kedua meninggal karena sakit juga pak. Meninggal di RS Siti Aisyah," katanya. 

Slamet pun mengaku menyesali perbuatannya. Kemudian Kasi Humas memintanya untuk bertobat, dan jika sudah bebas dari hukuman, sebaiknya menikah kalau memang tidak bisa menahan nafsu. 

Seperti diketahui, Mbah Slamet ditangkap, Kamis (28/7/2022) sekitar pukul 23.00 WIB di rumahnya tanpa perlawanan. Ia ditangkap karena diduga merudapaksa seorang gadis desa, FY (17).

Kapolres Musi Rawas AKBP Achmad Gusti Hartono melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat dan Kasi Humas AKP H Purwono Jaya menjelaskan, kasus rudapaksa ini terjadi di rumah tersangka, Senin (11/7/2022) sekitar pukul 14.00 WIB.

BACA JUGA:Jadwal Salat Fardu dan Duha Musi Rawas Lubuklinggau dan Muratara Hari Sabtu 30 Juli 2022

“Kejadiannya sehari setelah Idul Adha. Saat itu korban melintas di depan rumah tersangka usai dari warung,” kata Kasat Reskrim.

Oleh tersangka korban dipanggil, kemudian diajak ke rumahnya karena hendak diberi kue lebaran. Korban pun datang, karena memang masih suasana lebaran.

Setelah korban masuk ke dalam rumah, tersangka mengunci pintu rumah, dan tiba-tiba Mbah Slamet berkata kepada korban, “Ayo main.” Korban pun langsung menjawab “Main apa?”

Bersamaan itu, tersangka langsung ditarik di dalam kamar. Kemudian korban diancam dibunuh, jika tidak mau melayaninya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: