Bareskrim Pantau Kasus Keracunan MBG, Kendati Ditangani Polda dan Polres Masing-masing

Jumat 26-09-2025,13:46 WIB
Reporter : Endang Kusmadi
Editor : Endang Kusmadi

Ditegaskan Dadan Hindayana menjelaskan bahwa insiden keracunan sering kali terjadi pada SPPG baru yang belum memiliki pengalaman dan sistem operasional yang matang, atau yang sedang dalam tahap adaptasi.

"Jadi total status makanan kami itu ada sekitar 4.700 porsi makan yang menimbulkan gangguan kesehatan dan perlu anda ketahui bahwa sampai hari ini Badan Gizi Nasional sudah membuat 1 miliar porsi makan. Jadi 4.700 menimbulkan gangguan terhadap anak-anak dan itu kami sesalkan," ujar Dadan.

"Tapi untuk SPPG lama kami ingatkan agar mengganti supplier juga hati-hati, karena penggantian supplier bisa berdampak yang luar biasa karena selama supplier lama aman ternyata dengan supplier baru tidak aman," tegasnya.

BACA JUGA:Kasus Keracunan Massal dan Temuan Ulat di MBG, BGN Sebut Dipicu SPPG Baru dan Pergantian Supplier

Dadan mencontohkan beberapa kasus, termasuk dugaan keracunan di daerah seperti Baubau, Sulawesi Tenggara, yang menurutnya terjadi karena SPPG yang sudah lama beroperasi tiba-tiba mengganti supplier bahan makanan tanpa melalui proses pengawasan kualitas dan kesiapan yang memadai.

Pergantian mendadak ini, lanjutnya, sering kali menimbulkan masalah dalam rantai pasok dan standar higienitas.

Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di platform media sosial di LINK INI 

Kategori :