“Saat ditemukan posisi tubuhnya miring kekanan dan tangan kanan tersangkut di ranting pohon serta tanpa menggunakan busana sehelaipun,” ungkap sumber LINGGAUPOS.CO.ID.
Kemudian atas penemuan sesosok mayat Perempuan tersebut, saksi melaporkan kepada Ketua RT.08 Kelurahan Sukajadi dan Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Sekitar pukul 12.30 WIB, jenazah dievakuasi Personil Polsek Lubuk Linggau Barat dan Unit Ident Polres Lubuk Linggau serta dibantu warga sekitar.
Kepada polisi, saksi Bayumi mengaku orang tuanya Nur Asiah yang pikun dan sering lupa sering pergi tanpa sepengetahuan dirinya dan istri.
BACA JUGA:Kakankemenag Lubuk Linggau Resmi Buka OMI 2025, Ratusan Peserta Adu Prestasi Sains dan Riset
Sebelumnya sekitar 20 hari lalu pernah keluar dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga, namun berhasil ditemukan.
Namun orang tuanya kembali meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga 3 hari yang lalu dan ditemukan tewas pada Rabu, 10 September 2025.
Sementara saksi Indah menceritakan, sekitar pukul 09.00 WIB dirinya berangkat menuju kebun di RT.08 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Lubuk Linggau Barat I Kota Lubuk Linggau untuk menyadap karet.
Usai menyadap karet, saksi Indah melakukan aktifitas seperti hari - hari biasanya di kebun miliknya.
BACA JUGA:MedcoEnergi Pasang 1.500 Panel Surya di Blok Corridor, Kurangi Emisi Hingga 934 Ton CO2e Per Tahun
Sekitar pukul 10.50.WIB, seksi Indah ingin bertemu Nur Asia di Pondok tempat biasa beristirahat.
Namun saat itu tidak ada Nurasia dalam Pondok dan hanya terdapat pakaian hingga.
Usai temukan anaknya, jenazah Nur Asiah dibawa pulang pihak keluarga menggunakan mobil dinas Patroli Sat Samapta Polres Lubuk Linggau di Jalan Cekdam RT.08 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Lubuk Linggau Barat I Kota Lubuk Linggau untuk dimakamkan.
Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan Otopsi terhadap jenazah Nur Asia. Keluarga membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan Autopsi ditandatangani di atas materai.
Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di platform media sosial di LINK INI