2. Cek Total Cicilan Utang
Semakin besar cicilan utang, tentu semakin berat beban pengeluaran setiap bulannya. Ini bisa membuat kamu kesulitan menabung atau investasi.
Alangkah lebih baik untuk menjaga jumlah cicilan agar tidak melebihi 30% dari pemasukan.
BACA JUGA:Catat! Ini Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Bakauheni Lampung
3. Cek Jumlah Utang Yang Belum Dibayar
Lakukanlah perhitungan secara seksama terhadap total utang yang belum terbayar hingga saat ini.
Jika nilai dari total utang tersebut masih di bawah 50% dari total aset, maka besaran itu masih bisa dianggap wajar. Namun jika malah di atasnya, Anda harus waspada.
4. Cek Kekayaan Bersih
BACA JUGA:Catat! Ini Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Bakauheni Lampung
Kekayaan bersih adalah kekayaan riil atau kekayaan yang sebenarnya. Nilainya didapat dari hasil pengurangan antara aset dan utang.
Selama nilai kekayaan bersih positif, maka sebesar apapun jumlahnya maka kekayaan bersih dinyatakan sehat.
Namun jika negatif, hal itu menandakan terlalu banyak utang konsumtif yang diambil, dinyatakan sudah berada di ambang kebangkrutan.
5. Cek Jumlah Aset Lancar
BACA JUGA:Diskon Tarif Tol 20 Persen Mulai Berlaku, Ini Rinciannya di Trans Sumatera Selama Mudik Lebaran 2025
Aset lancar yaitu kas dan setara kas menunjukkan besaran nilai tabungan yang dimiliki saat ini.
Untuk menentukan sehat atau tidaknya jumlah aset lancar dengan cara menjumlahkan semua uang yang ada dan membaginya dengan kekayaan bersih. Adapun aset lancar ideal adalah berkisar di 15-20% dari kekayaan bersih.