Namun orang tua wajib melatih anak untuk berpuasa sejak usianya tujuh tahun. Dalam hadist dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
BACA JUGA:Selama Ramadan, Jam Kerja ASN Pemkot Lubuk Linggau Berubah, Cek Informasinya
“Perintahkan anak-anak kamu untuk mengerjakan sholat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tidak menegakkan sholat ketika berusia sepuluh tahun. Pisahkan pula tempat tidur mereka.” (HR Abu Daud).
3. Berakal
Syarat yang ketiga adalah berakal. Orang dengan gangguan kesehatan mental tidak wajib berpuasa.
Hal yang sama juga berlaku pada orang yang mabuk, bila mabuknya disengaja. Namun jika mabuknya tidak disengaja, tidak wajib atasnya puasa.
BACA JUGA:7 Tips Puasa Sehat di Bulan Ramadan 2025, Begini Caranya
4. Sehat
Orang yang sedang sakit tidak diwajibkan untuk berpuasa Ramadan. Namun dia wajib menggantikannya pada hari lain ketika telah sembuh.
Sebagaimana dalam Al Quran surat Al- Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman, yang artinya
“…Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain..”
BACA JUGA:Selama Ramadan, Jam Kerja ASN Pemkot Lubuk Linggau Berubah, Cek Informasinya
Adapun jenis penyakit yang membolehkan seseorang tidak berpuasa adalah penyakit yang akan bertambah parah bila ia tetap berpuasa.
5. Mampu
Allah SWT mewajibkan puasa Ramadan haya kepada orang yang memang masih mampu untuk melakukannya.
Sedangkan bagi seorang yang lemah atau sudah lansia, secara fisik memang tidak mungkin lagi melakukan puasa, mereka tidak diwajibkan puasa.
BACA JUGA:2 Tewas, Satu Keluarga di Musi Rawas Keracunan
6. Bukan Musafir
Selanjut syarat wajib puasa yang lainnya ialah bukan musafir yakni, orang yang dalam perjalanan tidak wajib puasa. Namun ia wajib mengganti puasa pada hari lain.
7. Suci dari Haid dan Nifas
Perempuan muslim yang sedang mendapat darah haid dan nifas tidak diwajibkan untuk berpuasa. Bahkan bila mereka tetap mengerjakan juga dengan niat berpuasa maka hukumnya menjadi haram.