8 Negara Asia Alami Krisis BBM Akibat Perang Iran vs AS–Israel, Ini Daftarnya

8 Negara Asia Alami Krisis BBM Akibat Perang Iran vs AS–Israel, Ini Daftarnya

8 Negara Asia Alami Krisis BBM Akibat Perang Iran vs AS–Israel--google gemini

LINGGAUPOS.CO.ID- Konflik yang terjadi antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel berdampak terhadap kelangkaan BBM di berbagai negara di Asia berikut.

Perang antara Iran melawan AS dan Israel masih memanas, negara di Asia mulai merasakan imbas gangguan pasokan minyak mentah dunia akibat konflik tersebut.

Tidak hanya satu, dua, tetapi beberapa negara di Asia telah mengalami krisis energi akibat perang tersebut.

Meski perang terjadi di kawasan Timur Tengah, namun dampaknya merembet ke pasar energi global bahkan ke negara-negara bagian Asia.

BACA JUGA:Transaction Banking BRI Kian Kokoh, Volume Transaksi Qlolaby BRI Tembus Rp2.141,37 T hingga Februari 2026

Seperti diketahui dalam perang ini, Iran mengambil langkah bertahan dengan menutup Selat Hormuz, jalur penting pendistribusian minyak dari Timur Tengah ke banyak negara di dunia, khususnya Asia.

Dalam ulasan ini, setidaknya ada 8 negara Asia yang telah mengalami krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat perang Iran melawan AS dan Israel.

8 Negara Asia yang Krisis BBM Imbas Perang Iran vs AS dan Israel

Melansir berbagai sumber, berikut negara-negara di Asia yang telah mengalami krisis BBM dampak dari perang yang terjadi:

BACA JUGA:Cara Mengembalikan Semangat Anak ke Sekolah Usai Libur Lebaran, Ini 5 Tips Efektif

1. Vietnam 

Vietnam adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat terdampak perang di Timur Tengah. Akibat krisis minyak di negaranya, pemerintah Vietnam akan mengurangi jumlah penerbangan domestik.

Untuk mengatasi masalah pasokan, Vietnam telah meminta dukungan bahan bakar dari beberapa negara, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang, serta menandatangani kesepakatan dengan Rusia untuk produksi minyak dan gas bersama.

2. Laos

BACA JUGA:Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Hukum dan Penjelasan Lengkapnya

Pemerintah Laos sedang mengambil langkah darurat untuk menangani krisis bahan bakar yang muncul akibat kenaikan harga energi global dan gangguan rantai pasokan.

Kementerian Industri dan Perdagangan Laos mengumumkan pemotongan pajak bahan bakar yakni pajak bensin dikurangi dari 25 persen menjadi 15 persen dan pajak solar dari 10 persen menjadi 0 persen.

Langkah ini diambil agar harga domestik tidak naik secara tajam. Selain itu, pemerintah akan menggunakan dana dari program subsidi untuk menstabilkan harga, meringankan beban masyarakat, dan mengantisipasi fluktuasi pasar global.

3. Kamboja

BACA JUGA:Bakpao Gandum RoyalKueID, Pilihan Camilan Praktis yang Tumbuh Bersama Ekosistem Pemberdayaan BRI

Kamboja sedang menghadapi krisis energi baru setelah Sokimex, salah satu pemasok bahan bakar terbesar di negara itu, mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan sementara penjualan LPG mulai 1 April karena gagal mengimpor bahan bakar sejak awal Maret akibat gangguan transportasi terkait konflik di Timur Tengah.

Sokimex mengoperasikan sekitar 500 SPBU di seluruh negeri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: