Lebaran Idul Fitri 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, BRIN dan BMKG, Perkiraannya Berbeda

Lebaran Idul Fitri 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, BRIN dan BMKG, Perkiraannya Berbeda

menentukan tanggal Idul Fitri, beberapa pihak yang menjadi rujukan antara lain pemerintah melalui Kementerian Agama, organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), serta lembagai ilmiah seperti BMKG dan BRIN.--

LINGGAUPOS.CO.ID- Penting bagi kita untuk mengetahui informasi mengenai tanggal jatuhnya lebaran Idul Fitri 2026 yakni  dari versi Muhammadiyah, NU, BRIN hingga BMKG.

Menjelang akhir Ramadan 2026, informasi mengenai perkiraan Lebaran Idul Fitri menjadi banyak dicari oleh masyarakat.

Adapun umumnya di Indonesia penentuan Hari Raya Idul Fitri mengacu pada metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Dalam menentukan tanggal Idul Fitri, beberapa pihak yang menjadi rujukan antara lain pemerintah melalui Kementerian Agama, organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), serta lembagai ilmiah seperti BMKG dan BRIN.

BACA JUGA:Daftar 8 SPBU di Lubuk Linggau Siap Layani Pemudik Lebaran Idul Fitri 2026,

Meski sama-sama menggunakan dasar ilmiah dan keagamaan, metode yang digunakan tidak selalu sama. Oleh karenanya, setiap tahun ada kemungkinan perbedaan dalam penentun awal bulan Syawal.

Nah, berikut LINGGAUPOS.CO.ID telah merangkum ulasannya untuk Anda, perkiraan tanggal lebaran Idul Fitri 2026 versi Muhammadiyah, Pemerintah, NU, BRIN serta BMKG.

Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal jatuhnya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui metode hisab.

BACA JUGA:Jadi Khatib Jumat di Polda Sumsel, Ustadz Abdul Somad Ingatkan Tugas Polisi Adalah Amanah

Sebagaimana Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penentuan tersebut didasarkan pada hasil perhitungan hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dalam perhitungan tersebut, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 19 Maret 2026 sehingga awal bulan Syawal ditetapkan pada 20 Maret 2026 (Lebaran 1447 H/2026 M).

Lebaran 2026 Versi Pemerintah dan NU

BACA JUGA:Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, Kepala Kantor Pertanahan Terima Kunjungan Kapolres Musi Rawas

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan tanggal 1 Syawal 1447 H melalui sidang isbat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: