Apa Itu Maulid Nabi? Yuk Pahami Sejarah Serta Pengertiannya
Maulid Nabi 2025.--
LINGGAUPOS.CO.ID- Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Lantas bagaimana sejarah dari Maulid Nabi ? Yuk temukan jawabannya dalam ulasan berikut.
Masyarakat Indonesia pastinya sudah tak asing dengan istilah Maulid Nabi, namun banyak juga yang belum mengerti sejarah dari Maulid Nabi itu sendiri.
Sebagaimana diketahui setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia akan memperingati hari spesial yakni Maulid Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi atau dalam Bahasa Arab Mawlid an-Nabi, merupakan sebuah peringatan hari lahir dari Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan tahun hijriah yang diperingati oleh mayoritas umat muslim yang ada di dunia.
BACA JUGA:Sejarah Puasa Asyura 10 Muharram, Berbagai Peristiwa Penting Terjadi
Kata Maulid atau milad dalam bahasa Arab memiliki arti hari lahir. Peringatan Maulid Nabi sudah ada jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat dan menjadi sebuah tradisi yang sudah berkembang di dalam masyarakat Islam.
Peringatan Maulid Nabi bagi umat muslim merupakan sebuah penghormatan dan pengingat akan kebesaran serta keteladanan Nabi Muhammad yang dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan keagamaan, ritual dan budaya.
Melansir dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag RI) bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini bertepatan denagn 1447 Hijriah.
Berdasarkan pada kalender tersebut, 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025 Masehi.
BACA JUGA:Puasa Asyura di Bulan Muharram: Menghapus Dosa Setahun, Ini Keutamaan Lainnya
Sejarah Maulid Nabi
Melansir dari berbagai sumber, peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan pada awal abad ke 7 Hijriyah oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang) yang bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri.
Ibnu Katsir dalam kitab Tarikh menjelaskan bahwa Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal dan merayakannya secara besar-besaran.
Sultan Muzhaffar sendiri adalah seorang yang berani, alim dan seorang yang adil.
BACA JUGA:Jadwal Puasa Tasu’a dan Asyura Juli 2025 Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya
Dalam peringatan yang digelarnya tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik dalam bidang ilmu Fiqih, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, para ahli tasawuf, dan yang lainnya.
Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al- Jauzi, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan dengan ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para tamu yang akan hadir dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
