Ini Pengakuan Sopir Maut yang Sebabkan Sekretaris Dinas Pendidikan Lubuk Linggau Meninggal Dunia
Tersangka Siswanto (kanan) saat menjalani pemeriksaan--
LINGGAUPOS.CO.ID – Petugas Polres Prabumulih berhasil menangkap sopir truk, yang sebabkan Sekretaris Dinas Pendidikan Lubuk Linggau Yulianti meninggal dunia. Tersangka digrebek petugas di rumahnya.
Sopir maut itu adalah Siswanto (49), warga Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim yang mengaku melarikan diri takut diamuk massa.
Siswanto diringkus setelah digrebek tim gabungan yang dipimpin Wakapolres Prabumulih, Kompol Chindi Helyadi serta 16 personel gabungan, termasuk anggota Satlantas di bawah komando AKP Marlina, SH, M.Si dan Iptu A. Eki Ariyanto, SH, serta tim Tekab Sat Reskrim.
Kompol Chindi Helyadi menjelaskan tersangka berhasil ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya. Selain itu, juga diamankan barang bukti Truk Toyota Dyna berwarna merah BG 8631 US yang diduga kuat terlibat dalam insiden tersebut.
Menurut Wakapolres keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif dan koordinasi cepat antar unit di lapangan.
“Begitu mendapat laporan, kami segera menelusuri informasi yang ada dan melaksanakan pengejaran ke lokasi tempat tinggal pelaku. Proses penangkapan berjalan lancar tanpa adanya perlawanan dari pihak yang bersangkutan,” ujarnya dikutip dari sumateraekspres.id, Selasa 29 Juli 2025.
Menurut Wakapolre Prabumulih, proses hukum terhadap kasus kecelakaan ini akan dijalankan secara menyeluruh dan transparan.
Pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta analisis bukti di lokasi kejadian masih berlangsung untuk memastikan kronologi insiden secara utuh.
“Kami serius menangani kasus ini karena menyangkut nyawa manusia. Jika terbukti adanya kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa, tentu akan kami tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kompol Chindi.
Berkaitan dengan kejadian ini, Polres Prabumulih juga menghimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.
Kompol Chindi menekankan pentingnya kedisiplinan berkendara, terutama bagi sopir kendaraan besar seperti truk yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serius.
“Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata dari tanggung jawab sosial. Mari bersama ciptakan lalu lintas yang aman dan tertib,” imbaunya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: