Sempat Ucapkan Selamat Paskah, Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Sempat Ucapkan Selamat Paskah, Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Paus Fransiskus saat mengunjungi Indonesia pada September 2024--

LINGGAUPOS.CO.IDPaus Fransiskus dilaporkan meninggal dunia pada Senin pagi, 21 April 2025. Kendati pada Minggu 20 April 2025, Paus sempat mengucapkan Selamat Paskah.

Informasi meninggalnya Paus Fransiskus, seperti diumumkan Kardinal Kevin Ferrell, camerlengo Vatikan.

“Pukul 7:35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya,” kata Farrell dalam pengumuman tersebut seperti disiarkan Al Jazeera dan Al Arabiya.

Sebelum meninggal dunia, Fransiskus terakhir kali hadir di hadapan ribuan umat Katolik di Lapangan Santo Petrus di Vatikan pada hari Minggu, 20 April 2025, untuk merayakan Paskah. 

BACA JUGA:Mulai Dari Nol Hingga Sukses, Perjalanan Inspiratif Dayang Pertiwi di Dunia Influencer

Paus yang sudah berusia 88 tahun itu terlihat lemah, sehingga tidak dapat menghadiri sebagian besar acara Pekan Suci di Vatikan.

“Selamat Paskah,” kata Paus asal Argentina itu dengan suara lemah dari kursi rodanya di balkon Basilika Santo Petrus, yang disambut gembira puluhan ribu umat Katolik di lapangan yang dipenuhi bunga.

Fransiskus biasanya menyampaikan berkat “Urbi et Orbi” (“Untuk Kota dan Dunia”) dari balkon yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, tetapi ia memberikan tugas itu kepada seorang kolaborator pada Minggu itu.

Serukan Gencatan Senjata di Gaza dan Pembebasan Sandera 

BACA JUGA:SMPIT PGRI Lubuk Linggau Terima Murid Baru, Siswa Dapat Seragam Gratis, ini Keunggulannya

Sementara itu,  dalam Paus Fransiskus itu dibacakan Minggu 20 April 2025, di balkon utama Basilika Santo Petrus. Paus Fransiskus menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata segera di Gaza.

Paus Fransiskus juga mengatakan situasi di Gaza "dramatis dan menyedihkan". Paus juga meminta kelompok militan Palestina Hamas untuk membebaskan sandera yang tersisa dan mengutuk apa yang disebutnya sebagai tren antisemitisme yang "mengkhawatirkan" di dunia.

"Saya menyatakan kedekatan saya dengan penderitaan ... seluruh rakyat Israel dan rakyat Palestina," kata pesan itu.

"Saya mengimbau pihak-pihak yang bertikai: menyerukan gencatan senjata, membebaskan para sandera dan membantu orang-orang yang kelaparan yang mendambakan masa depan yang damai," katanya.

Dapatkan update berita LINGGAUPOS.CO.ID di platform media sosial, dengan klik LINK INI 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: