Heboh Video Mesum di Lahat, Ini Reaksi Pj Bupati

Heboh Video Mesum di Lahat, Ini Reaksi Pj Bupati

Ilustrasi sebuah video memperlihatkan sepasang muda-mudi terlibat dalam adegan mesum di tempat umum.-foto:net-

LAHAT, LINGGAUPOS.CO.ID - Heboh dan viral di media sosial, sebuah video memperlihatkan sepasang muda-mudi terlibat dalam adegan mesum di tempat umum di LAHAT menjadi kecaman dan kekhawatiran.

Seperti diketahui, Lahat yang dijuluki sebagai Kota TAKWA dan penduduk setempat menggambarkan peristiwa ini sebagai putusnya urat malu.

Penjabat (Pj) Bupati Lahat, Muhammad Farid S.STP, M.Si menanggapi peristiwa ini dengan rasa miris.

Ia menegaskan bahwa tindakan tidak senonoh yang terjadi di Plaza Lematang dan Tepian Sungai Lematang menjadi sorotan bagi Pemerintah Kabupaten Lahat.

BACA JUGA:Soal Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang, Berikut Penjelasan Polisi

"Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami. Selain melakukan razia dan pengecekan di lokasi rawan, kami akan terus memantau wilayah-wilayah tersebut dengan lebih aktif,"katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Lahat, Herry Kurniawan menjelaskan pihaknya telah melakukan upaya razia rutin di kawasan yang rentan terjadi kegiatan yang mengganggu ketertiban masyarakat.

"Kami telah mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Pol-PP) dan berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Lahat," katanya.

Sementara itu, Seorang warga Desa Manggul Lahat Kecamatan Lahat, Andi mengecam tindakan tak senonoh ini, menyatakan kekhawatirannya bahwa kejadian serupa dapat terulang.

BACA JUGA:Warga Muratara Tewas Kelaparan Usai Idul Fitri 2024, ini Pejelasan Dinas Kesehatan

'Jangan biarkan pemuda-pemudi di Lahat kehilangan akal sehat. Mereka tidak mengenal malu. Semoga ini menjadi peringatan bagi kita semua,' katanya, Senin 15 Maret 2024.

Dikatakannya, kejadian adegan mesum di tempat umum ini bukan yang pertama kalinya terjadi.

Kemudian, lokasi yang sering dijadikan tempat untuk aksi mesum adalah kawasan Plaza Lematang dan Tepian Ayek Lematang, bahkan dilakukan pada siang hari.

Seorang warga, Jefri menambahkan keprihatinannya terhadap situasi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: