Kejamnya Maling di Muratara, Wartawan Ini Harus Mengungsi ke Lubuk Linggau, Belum Ado Modal Beli Kompor Baru

Kejamnya Maling di Muratara, Wartawan Ini Harus Mengungsi ke Lubuk Linggau, Belum Ado Modal Beli Kompor Baru

Kejamnya Maling di Muratara, Wartawan Ini Harus Mengungsi ke Lubuk Linggau, Belum Ado Modal Beli Kompor Baru-Dokumen-LINGGAUPOS CO.ID

MURATARA, LINGGAUPOS.CO.ID – Kejamnya maling di MURATARA. Betapa tidak  wartawan Sumatera Ekspres Zulkarnain yang rumahnya di MURATARA dibobol maling mengungsi ke Lubuk Linggau

Ini terpaksa dia lakukan karena semua barang keperluan kehidupan sehari-hari di rumah yang ada di Muratara tidak ada satupun yang tersisa. 

Di Kota Lubuk Linggau Zulkarnain tinggal di rumah singgah yang selama ini dia tempati saat menjalankan tugas jurnalistik di Musi Rawas. 

“Abis kejadian langsung ke Linggau kak dak ado kompor samo mesin banyu. Tanggal tuo lom ado modal nak beli kompor baru kak,” cerita Zulkarnain, Selasa, 26 Maret 2024. 

BACA JUGA:Kakek di Lubuk Linggau Rudapaksa Bocah, Diduga Manfaatkan Kemiskinan Keluarga Korban, ini Pengakuan Tersangka

Selama ini Zulkarnain menjalankan tugas jurnalisnya di 3 wilayah yakni Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Muratara. 

Namun untuk domisili tetap, korban tinggal di rumahnya di Kampung 7 Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Untuk rumah singgah yang ada di Kota Lubuk Linggau beberapa peralatan untuk memasak memang ada. 

Itupun baru dibeli, karena saat rumah singgah di Lubuk Linggau ditinggal ke Muratara beberapa waktu lalu juga dibobol maling. 

BACA JUGA:Bulan Ramadan, Rumah Wartawan di Muratara Dibobol Maling, Habis-habisan, Kerugian Rp30 Juta

Diketahui rumah  Zulkarnain di Kampung 7 Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan dibobol maling. 

Peristiwa dialami warga Palembang, RT 23, RW 08, kelurahan 20 Ilir D IV, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang itu diketahui Jumat, 22 Maret 2024 sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, korban Zulkarnain mengalami kerugian lebih kurang Rp30 Juta. 

Zulkarnain menceritakan, peristiwa pencurian itu diketahuinya saat pulang dari Lubuk Linggau, Jumat, 22 Maret 2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: