Wali Murid Penganiaya Guru di Rejang Lebong Ternyata Residivis, Korban Pindah ke Lubuklinggau

Wali Murid Penganiaya Guru di Rejang Lebong Ternyata Residivis, Korban Pindah ke Lubuklinggau

Wali murid yang aniaya guru SMA Negeri 7 Rejang Lebong (tengah) saat digiring petugas--koranrb.id

REJANG LEBONG, LINGGAUPOS.CO.ID – Wali murid yang menjadi tersangka penganiayaan guru SMA Negeri 7 Rejang Lebong, AJ (45) ternyata residivis.

AJ diketahui adalah residivis kasus begal atau pencurian dengan kekerasan (curas), sehingga menjalani hukuman 2,5 tahun di Lapas Kelas IIA Curup.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Juda Trisno Tampubolon, S.IK, MH didampingi Kasat Reskrim Iptu. Denyfita Mochtar, S.Tr.K menjelaskan informasi tersebut.

“Tersangka ini merupakan residivis Curas tahun 2014,  menjalani pidana penjara di Lapas Kelas IIA Curup selama 2,5 tahun. Saat ini tersangka kita periksa intensif,” kata Kapolres dikutip dari koranrb.id.

BACA JUGA:Baju Adat yang Simpel untuk HUT RI ke-78, Bisa Padu Padan Sendiri dan Bergaya Seperti Jokowi

Diketahui usai menganiaya Zaharman, guru SMAN 7 Rejang Lebong, AJ langsung kabur.

Selama dalam pelarian itu, ia berpindah – pindah tempat untuk menghindari kejaran dari pihak kepolisian.

Bahkan ia pernah menginap di perkebunan Desa Warung Pojok. Hingga akhirnya, karena putus asa, Aj pun memilih menyerahkan diri diantar pihak keluarganya.

Sementara tersangka AJ mengaku khilaf atas perbuatannya itu.  Ia pun menyampaikan prmintaan maaf  kepada korban

“Saya waktu itu khilaf pak. Waktu itu saya sedang capek bekerja di kebun dan dapat kabar anak saya ditendang guru, sektika saya emosi. Saya khilaf dan menyesal. Saya minta maaf pada korban,” ujar AJ.

BACA JUGA:Diresmikan Presiden Soeharto, Tol Pertama di Indonesia Miliki 4 Simpang Susun, Panjang 36,5 KM

Guru SMA Negeri 7 Rejang Lebong yang jadi korban penganiayaan, berencana pindah ke Lubuklinggau.

Rencana pindah ini disampaikan istrinya, Tatik, saat ditemui wartawan di RS AR Bunda Lubuklinggau, Senin 7 Agustus 2023 sore.

"Untuk fisik ya sehat. Tapi untuk arah mata ini dia masih goyang," kata Tatik menjelaskan kondisi suaminya.

Ia menjelaskan selama suaminya mendapatkan penanganan medis di RS AR Bunda Lubuklinggau, ia dan anak mereka terus mendampingi sang suami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: